Politikus Kontroversial Jadi Menteri Pertahanan Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Israel, Minister Avigdor Lieberman. REUTERS/Maya Hitij/Pool/Files

    Menteri Luar Negeri Israel, Minister Avigdor Lieberman. REUTERS/Maya Hitij/Pool/Files

    TEMPO.CO, Israel - Politikus sayap kanan Israel, Avigdor Lieberman, diangkat sebagai Menteri Pertahanan Israel menyusul pengunduran diri menteri pertahanan sebelumnya, Moshe Ya’alon, pada 20 Mei. Lieberman diangkat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah membawa Partai Yisrael Beiteni untuk bergabung dengan pemerintah.

    Dikutip dari laman BBC, Rabu, 25 Mei 2016, Lieberman menyatakan komitmennya untuk menyumbangkan kebijakan yang rasional dan bisa dipertanggungjawabkan. "Kita semua memiliki komitmen untuk mencapai perdamaian, kesepahaman dengan negara tetangga kita (Palestina),” katanya. 

    Lieberman nyatanya bukan sosok baru di pemerintahan Israel. Dia sudah dua kali menduduki kursi Menteri Luar Negeri. Pria asal permukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat Israel ini dikenal karena niat kontroversialnya, yang ingin menjatuhkan otoritas Palestina.

    Tak lama sebelum diangkat menjadi menteri pertahanan, Lieberman pernah mengancam akan membunuh Ismail Haniya, yang merupakan pemimpin Hamas, kelompok militan besar di Palestina, Hamas, jika tak mengembalikan jenazah tentara Israel yang tewas di Gaza pada 2014.

    Ya’alon yang sudah mundur ternyata tak menyukai perkembangan tersebut. Dalam suatu pernyataan, dia sempat mengingatkan pemerintah Israel yang dianggapnya semakin condong ke arah ekstremisme. Kedekatan Netanyahu yang memimpin pemerintahan dengan Lieberman, menjadi salah satu alasan pengunduran diri Ya’alon.

    "Saya memberi tahu Perdana Menteri (soal pengunduran diri) karena perkembangan ini. Kepercayaan saya kepadanya semakin kurang,” kata Ya’alon, yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, melalui akun Twitter-nya, pekan lalu.

    Hubungan politik Ya’alon dan Netanyahu memang diketahui memburuk sejak Ya’alon memberi kewenangan kepada jajaran pejabat Israel Defence Forces (IDF) untuk mengekspresikan pendapat. Hal itu dikritik keras oleh Netanyahu. 

    Keputusan Ya’alon untuk mundur semakin kuat saat berembus kabar bahwa Netanyahu, yang membutuhkan dukungan baru untuk koalisi pemerintahan Israel, menawarkan jabatan menteri pertahanan pada Lieberman.

    JERUSALEM POST | BBC | TELEGRAPH | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.