Haibatullah Akhunzada, Pemimpin Baru Taliban Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemuda Afganistan bermain musik dan menikmati secangkir teh saat piknik di era 1960an. Rezim Taliban menguasai Afganistan sejak tahun 1994 hingga 2001. Dailymail.co.uk/Dr Bill Podlich

    Sejumlah pemuda Afganistan bermain musik dan menikmati secangkir teh saat piknik di era 1960an. Rezim Taliban menguasai Afganistan sejak tahun 1994 hingga 2001. Dailymail.co.uk/Dr Bill Podlich

    TEMPO.CO, Kabul - Juru bicara Taliban Afganistan membenarkan kabar bahwa pemimpin kelompok bersenjata itu, Mullah Akhtar Mansoor, tewas akibat serangan drone Amerika Serikat. Selanjutnya Taliban menunjuk Haibatullah Akhunzada  sebagai penggantinya.

    Sejumlah kantor berita, Rabu, 25 Mei 2016, mengutip keterangan juru bicara Taliban, mengatakan Sirajuddin Haqqani dan Mullah Yaqoob ditunjuk sebagai deputi pemimpin baru.

    Pengumuman itu disampaikan menyusul konfirmasi kabar yang disampaikan Presiden Barack Obama pada Senin, 23 Mei 2016, bahwa Mansoor tewas dihantam jet tempur Amerika di Provinsi Balochistan, Pakistan.

    Abdullah Abdullah, Kepala Eksekutif Afganistan, menuturkan melalui akun Twitter-nya, Ahad, 22 Mei 2016, Mansoor tewas. "Mansoor tewas terbunuh," ucapnya, mengutip informasi dari agen mata-mata Afganistan.

    Taliban adalah kelompok antipemerintah yang paling kuat di Afganistan. Kelompok ini dituding telah membunuh sekitar sebelas ribu penduduk sipil. Militan garis keras ini juga didakwa membunuh 5.500 pasukan pemerintah dan polisi tahun lalu.

    Taliban berkuasa dan memimpin Afganistan pada 1996 hingga dijungkalkan Amerika bersama pasukan sekutu seusai serangan 11 September 2001 terhadap New York dan Washington.

    Hampir 15 tahun seusai peristiwa itu, sekitar 13 ribu anggota pasukan dari Amerika dan koalisi NATO berada di Afganistan, termasuk kurang-lebih 9.800 warga Amerika yang ditempatkan di sana.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.