Sebelum Tinggal Landas, EgypAir Tak Ada Bermasalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puing-puing dari pesawat EgyptAir yang berhasil ditemukan oleh tentara Mesir di Laut Mediterania, 21 Mei 2016. Pesawat EgyptAir penerbangan MS804 hilang dari radar dalam perjalanan dengan rute Paris Charles De Gaulle (CDG)-Kairo, Mesir, pada Kamis (19/05) dini hari waktu Mesir. Egyptian Military/Handout via Reuters

    Puing-puing dari pesawat EgyptAir yang berhasil ditemukan oleh tentara Mesir di Laut Mediterania, 21 Mei 2016. Pesawat EgyptAir penerbangan MS804 hilang dari radar dalam perjalanan dengan rute Paris Charles De Gaulle (CDG)-Kairo, Mesir, pada Kamis (19/05) dini hari waktu Mesir. Egyptian Military/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Kairo - Jet penumpang AgyptAir menunjukkan tidak memiliki masalah teknis sebelum burung besi itu tinggal landas dari lapangan terbang internasional Charles de Gaulle di Paris.

    "Hal itu disampaikan oleh petugas teknis pesawat sebagaimana ditandatangai oleh pilot sebelum terbang," tulis koran Al-Ahram, Selasa, 24 Mei 2016.

    Koran terbesar di Mesir itu juga melaporkan, AgyptAir dengan nomor penebangan 804 mengirimkan pesan elektronik 11 kali yang dimulai pada pukul 21.09 GMT pada Rabu, 18 Mei 2016.

    "Pesan pertama, dua mesin pesawat tersebut berfungsi dengan baik," tulis Al-Ahram.

    Sementara itu, kantor berita MENA mengutip keterangan otoritas forensik Mesir menolak laporan dua kantor berita Reuters dan AP yang menyebutkan, melihat sisa potongan tubuh penumpang itu menunjukkan AgyptAir celaka akibat ledakan.

    "Semua yang dilaporkan oleh media tentang EgyptAir adalah tidak mendasar dan merupaka asumsi belaka. Otoritas forensik maupun para ahli forensik masih bekerja menyelidiki kasus kecelakaan tersebut," bunyi pernyataan otoritas forensik Mesir.

    Sebelumnya, Selasa, 24 Mei 2016, Reuters dan AP mengutip seorang ahli forensik Mesir yang  bersedia disebutkan namanya mengatakan, melihat sisa potongan tubuh manusia di EgyptAir, pesawat itu mengalami ledakan

    AL ARABIYA | AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.