Petugas AirNav Ragukan Ada Manuver EgyptAir Sebelum Jatuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menangis saat mengikuti pemakaman absensi massal korban pesawat Egypt Air di gereja Katedral, Kairo, Mesir, 22 Mei 2016. Disebutkan sistem menunjukkan pada Kamis pukul 02:26 waktu setempat, terdeteksi asap di dalam toilet Airbus A320. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    Seorang wanita menangis saat mengikuti pemakaman absensi massal korban pesawat Egypt Air di gereja Katedral, Kairo, Mesir, 22 Mei 2016. Disebutkan sistem menunjukkan pada Kamis pukul 02:26 waktu setempat, terdeteksi asap di dalam toilet Airbus A320. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.COJakarta - Teka-teki mengenai kecelakaan pesawat EgyptAir yang terbang dari Prancis menuju Kairo masih belum terpecahkan. Menteri Pertahanan Yunani mengatakan pesawat tersebut sempat melakukan dua kali manuver sebelum hilang dari radar. Namun petugas senior Air Navigation Mesir menganggap janggal manuver pesawat semacam itu. 

    Petugas senior Air Navigation Mesir, Ehab Azmy, kepada Associated Press mengatakan pesawat telah terbang pada ketinggian normalnya, 37 ribu kaki atau 11.280 meter, sebelum tak terpantau di radar. Belakangan puing-puing pesawat ditemukan. “Fakta itu membantah pernyataan Yunani bahwa pesawat tak berada pada ketinggiannya sebelum hilang dari radar,” kata Azmy seperti ditulis BBC

    Azmy menambahkan, tak ada persoalan dengan pesawat ketika memasuki wilayah udara Mesir saat terakhir kali terpantau sebelum hilang. Pesawat itu tak mengubah arahnya sebelum hilang. Pesawat Airbus A320 yang mengangkut 66 penumpang tersebut tengah menuju Kairo dari Paris saat hilang dari radar awal. 

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Yunani menyatakan pesawat berbelok ke kiri 90 derajat dan berputar 360 derajat ke arah kanan sebelum anjlok. Ia merujuk pada pembacaan radar yang memperlihatkan Airbus A320 membuat dua pergerakan frontal dan sempat berada pada ketinggian kurang dari 25 ribu kaki sebelum jatuh ke laut. 

    Petugas penerbangan Yunani telah mengatakan air traffic controller Yunani berbicara dengan pilot ketika penerbangan memasuki wilayah udara Yunani dan, menurut dia, semua tampak normal. Petugas mencoba menghubungi pilot lagi pada 02.27 waktu Kairo saat pesawat bersiap memasuki wilayah udara Mesir, tapi tak ada respons ketika dikontak ulang. 

    Kepada harian Mesir, al-Ahram, Azmy membantah laporan adanya pembicaraan antara pilot pesawat dan petugas air traffic controller Mesir. Mesir sebelumnya menurunkan robot bawah laut untuk mencari data perekaman penerbangan dari pesawat EgyptAir yang hilang. 

    (Baca: Prancis: Sebelum EgyptAir Jatuh, Asap Muncul di Kabin)

    Presiden Abdul Fattah al-Sisi mengatakan tak ada teori yang bisa diyakini sebagai penyebab jatuhnya pesawat nomor penerbangan MS804. Menteri Penerbangan Sipil Mesir menyatakan kemungkinan adanya serangan teroris lebih besar kesalahan teknis. Namun Sisi mengatakan kepastian penyebab kecelakaan baru diketahui setelah waktu yang lama. Dan, kata dia, semua skenario dimungkinkan.

    Militer Mesir sebelumnya mengeluarkan gambar berupa jaket pengaman, sejumlah barang pribadi penumpang, serta serpihan pesawat yang memperlihatkan logo EgyptAir dalam pencarian di Laut Mediterania. 

    (Baca: Robot Cari EgyptAir di Kedalaman 3.000 Meter Mediterania)

    Dalam pencarian tersebut, dilaporkan penemuan pecahan bodi dan ekor pesawat. Bodi utama pesawat dan dua black box yang berisi rekaman data penerbangan dan transmisi kokpit masih belum dipastikan keberadaannya. (Baca: Puing EgyptAir MS 804 Ditemukan, Kotak Hitam Masih Dicari)

    Investigator kecelakaan udara Hani Galal kepada Reuters mengatakan, ketika ditemukan, rekaman penerbangan akan dianalisis di Mesir, kecuali ditemukan dalam keadaan rusak parah. Piranti itu dipercaya bisa tahan di dalam air pada kedalaman 2.500 dan 3.000 meter.

    BBC | PRU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.