Kapal Cina Ingin Larung Jasad Faozi, Ini Rencana Pemerintah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Muhammad Iqbal

    ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah anak buah kapal (ABK) Faozi bin Tolib di Uruguay terus berjalan. "Hal itu masih kami tangani," ujar Retno saat dicegat awak media di Kompleks Istana Bogor, Minggu, 22 Mei 2016.

    Sebagaimana telah diberitakan, Faozi adalah ABK asal Tegal yang meninggal saat melaut di Uruguay. Informasi yang diterima Kemenlu, Faozi bekerja di kapal Guoji 902 milik perusahaan Dalian International Cooperation Pelagic Fisheris Co Ltd. Perusahaan tersebut beralamat di Add Rm 1605-1607, Provinsi Dalian, Republik Rakyat Cina.

    Keluarga Faozi mendapat kabar bahwa jenazah pria berumur 37 tahun itu akan dilarung pihak perusahaan. Pertimbangan mereka, proses pemulangan jenazah ke Tegal sulit dan memakan waktu berbulan-bulan. Keluarga Faozi pun menolak rencana itu dan meminta bantuan Kemenlu untuk memulangkan Faozi.

    Retno melanjutkan bahwa proses pemulangan tak bisa dilakukan sembarangan. Kementerian, kata dia, memiliki tatanan cara atau prosedur tetap yang harus dipatuhi. Tatanan cara itu, ia melanjutkan, sangat baku untuk memastikan korban mendapat proteksi atas hak-haknya.

    "Tentunya termasuk dalam kondisi yang bersangkutan meninggal, seperti pemulangan jenazah ke Indonesia. Hal itu sudah diatur oleh teman-teman bagian perlindungan kewarganegaraan Indonesia," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN M.P.


    Baca juga:
    Reklamasi Pantai: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan
    Heboh Konstribusi Reklamasi:  Inilah 3 Skenario Nasib Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.