Paus Fransiskus-Tokoh Islam Mesir Bertemu Senin, Ada Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus mencium kaki seorang pengungsi dalam ritual pembasuhan kaki di pusat pengusian Castelnuovo, Porto, Italia, 24 Maret 2016. Pada ritual ini, Paus tidak hanya mencium kaki umat Katolik saja, namun ia juga mencium kaki para umat Muslim, Ortodoks dan Hindu karena Paus mengganggap semua umat merupakan anak-anak Tuhan. AP Photo

    Paus Fransiskus mencium kaki seorang pengungsi dalam ritual pembasuhan kaki di pusat pengusian Castelnuovo, Porto, Italia, 24 Maret 2016. Pada ritual ini, Paus tidak hanya mencium kaki umat Katolik saja, namun ia juga mencium kaki para umat Muslim, Ortodoks dan Hindu karena Paus mengganggap semua umat merupakan anak-anak Tuhan. AP Photo

    TEMPO.CO, Vatikan City - Paus Fransiskus akan melakukan pertemuan bersejarah dengan imam besar dari Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Senin, 23 Mei 2016, di Vatikan. Itu dianggap bersejarah karena sebelumnya belum pernah terjadi pertemuan antara pemimpin umat Katolik di dunia dan otoritas tertinggi dalam Islam Sunni.

    Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin masjid dan lembaga pendidikan utama Islam yang paling bergengsi di dunia. Sedangkan Paus Fransiskus merupakan pemimpin dari 1,2 miliar warga Katolik di dunia.

    "Pertemuan ini sudah disiapkan dan dijadwalkan digelar pada Senin mendatang. Ini adalah pertemuan pertama kedua pemimpin," kata juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 20 Mei 2016.

    Kunjungan ini sangat simbolis dan berlatar belakang peningkatan dalam hubungan di antara kedua tokoh agama setelah terjadi ketegangan cukup serius akibat pidato Paus Benediktus XVI, pendahulu Paus Fransiskus.

    Hubungan memburuk ini diawali oleh pidato Paus Benediktus pada 2006 yang menganggap Islam terkait dengan kekerasan. Pernyataan ini memicu protes di beberapa negara dan penyerangan terhadap umat Katolik.

    Dialog perdamaian dimulai tahun 2009, tapi dihentikan Al-Azhar pada 2011, ketika Benediktus menyerukan perlindungan terhadap minoritas umat Kristiani seusai serangan bom di sebuah gereja di Alexandria, Mesir. Seruan tersebut dianggap mengintervensi dan mencampuri urusan dalam negeri Mesir.

    Hubungan ini terus meningkat sejak Fransiskus menjadi paus pada 2013 dengan dialog antariman kepercayaan dijadikan agenda awal kepemimpinannya. Dialog pun dilakukan saat penutupan bulan suci Ramadan pertama pada masa kepausannya.

    Hubungan semakin baik dan menjurus ke perbincangan kerja sama sehingga terjadi pertemuan bersejarah ini setelah beberapa kali Paus memberikan komentar yang membela umat Islam.

    Bahkan paus berusia 79 tahun tersebut menjadi berita utama pada April lalu ketika ia kembali dari perjalanan ke pulau penampungan imigran Timur Tengah dan membawa serta tiga keluarga muslim Suriah yang sedang disiapkan Vatikan untuk mengajukan permohonan suaka di Italia.

    CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.