Tiga Bulan Mogok Makan, Jurnalis Palestina Dibebaskan Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita Palestina berusaha menghalangi tentara Israel yang akan menahan seorang anak Palestina dalam aksi protes menentang pemukiman Yahudi di Tepi Barat dekat Ramallah, 28 Agustus 2015. Peristiwa ini menandai meningkatnya kekerasan dan konflik antara warga Yahudi dan Israel di Tepi Barat.  REUTERS/Mohamad Torokman

    Sejumlah wanita Palestina berusaha menghalangi tentara Israel yang akan menahan seorang anak Palestina dalam aksi protes menentang pemukiman Yahudi di Tepi Barat dekat Ramallah, 28 Agustus 2015. Peristiwa ini menandai meningkatnya kekerasan dan konflik antara warga Yahudi dan Israel di Tepi Barat. REUTERS/Mohamad Torokman

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Israel membebaskan seorang aktivis dan jurnalis Palestina yang mogok makan setelah ditangkap tanpa proses peradilan sejak November 2015.

    Mohammed al-Qeeq, 33 tahun, nama jurnalis itu. Ia melakukan mogok makan selama 94 hari untuk memprotes penangkapannya oleh otoritas Israel sebelum mencapai kesepakatan dengan negara itu pada Februari 2016 untuk dibebaskan oleh petugas keamanan.

    Wartawan Al Jazeera, Harry Fawcett, yang melaporkan dari Ramallah, mengatakan fisik Qeeq saat ini sudah kuat dan sanggup berjalan tanpa bantuan setelah dia dibebaskan. "Istrinya pernah mengatakan dia sudah mendekati kematian, sejak itu kesehatannya perlahan-lahan pulih."

    Empat hari setelah dia ditahan pada 21 November 2015, Qeeq memutuskan mulai melakukan mogok makan. Dia meminta militer Israel menyampaikan tuntutan atau membebaskannya dari pusat tahanan militer, tempat dia diperam.

    Israel menuduh Qeeq menggelorakan kekerasan dan memiliki hubungan dengan Hamas, faksi Palestina yang sedang berkuasa di Jalur Gaza.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.