Begini Pertemuan Tak Sengaja Korban Penculikan Boko Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video yang dirilis oleh kelompok pemberontak Nigeria Islam Boko Haram, dimana pemimpin kelompok pemberontak Nigeria Islam Boko Haram telah menawarkan untuk melepaskan lebih dari 200 siswi diculik oleh pejuang bulan lalu dalam pertukaran tahanan militan Boko Haram dibebaskan. Sekitar 100 anak perempuan mengenakan jilbab dan berdoa ditunjukkan dalam sebuah lokasi yang  rahasiakan dalam video 17-menit. REUTERS/Boko Haram handout via Reuters TV

    Video yang dirilis oleh kelompok pemberontak Nigeria Islam Boko Haram, dimana pemimpin kelompok pemberontak Nigeria Islam Boko Haram telah menawarkan untuk melepaskan lebih dari 200 siswi diculik oleh pejuang bulan lalu dalam pertukaran tahanan militan Boko Haram dibebaskan. Sekitar 100 anak perempuan mengenakan jilbab dan berdoa ditunjukkan dalam sebuah lokasi yang rahasiakan dalam video 17-menit. REUTERS/Boko Haram handout via Reuters TV

    TEMPO.COAbuja - Amina Ali Nkeki, 19 tahun, sedang menggendong bayinya. Suaminya berdiri tak jauh darinya saat ia sedang berkeliling di sekitar pinggiran Hutan Sambisa, negara bagian Bornopada, Nigeria pada Selasa, 17 Mei 2016.

    Sekelompok pemburu yang menamakan diri Civilian Joint Task Force melintas di area Hutan Sambisa. Pertemuan yang tak sengaja terjadi antara sekelompok pemburu dan Nkeki menguak cerita dua tahun lalu ketika 219 siswa Sekolah Menengah Atas Perempuan di Chibok, Nigeria diculik oleh milisi bersenjata Boko Haram. 

    Nkeki adalah satu dari 219 siswa yang diculik Boko Haram pada 14 April 2014. Saat itu kelompok milisi, yang menentang anak-anak perempuan mendapat pendidikan, menyerang sekolah tempat Nkeki belajar.

    Baca juga: Setelah 2 Tahun, Satu Korban Penculikan Boko Haram Ditemukan

    "Amina Ali merupakan salah satu korban yang diculik Boko Haram pada 14 April 2014 di Chibok. Saat ditemukan, dia tengah bersama dengan seorang bayi perempuan berusia 4 bulan bernama Safiya," kata Kolonel Sani Kukasheka Usman, Staf Humas Militer Nigeria, memberi informasi resmi.

    Menyadari perempuan serta anak dan lelaki itu korban penculikan Boko Haram dua tahun lalu, para pemburu kemudian membawa ketiganya ke Desa Kulakaisa. Setelah itu, ketiganya ditempatkan di pos militer Maiduguri untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut.

    Belakangan diketahui bahwa pria yang bersama Nkeki adalah salah satu anggota Boko Haram bernama Mohammed Hayatu. Adapun bayi yang digendong Nkeki berusia 4 bulan dan diberi nama Safiya.

    Seusai pemeriksaan di pos militer, Nkeki beserta bayi dan suaminya dibawa ke rumah anggota keluarga Nkeki untuk dipertemukan dengan ibunya di Mbalala, Chibok.

    Nkeki, menurut sang paman, mengalami trauma ketika dibawa menemui ibunya. Ayahnya telah meninggal tak lama setelah ia diculik.

    Kepada sang ibu, Nkeki menceritakan sekitar enam siswa yang diculik telah meninggal. Keenamnya meninggal dalam rumah tahanan yang dibuat Boko Haram.

    Penemuan tak sengaja korban penculikan Boko Haram yang baru pertama kali ini diharapkan dapat membongkar lokasi korban penculikan. Nkeki pun dijadwalkan bertemu Presiden Nigeria Muhammadu Buhari di Abuja. 
     
    Pada 14 April 2014, Boko Haram menyerang Sekolah Menengah Atas Perempuan di Chibok dan melarikan 279 siswa wanita yang sedang mempersiapkan ujian sains. Boko Haram menculik 219 siswa, sedangkan sisanya berhasil melarikan diri.

    VANGUARD|AL JAZEERA|BBC|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?