Begini Jadinya Bila Buron Melamar Sebagai Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Zhaoqing - Buron ini mungkin berpikir bahwa kantor polisi adalah tempat terbaik untuk bersembunyi. Tapi, sayangnya, dia salah.

    Pria bernama Tu dicari-cari polisi sejak 2014 atas sejumlah kasus dan tuduhan pelanggaran ketertiban. Polisi akhirnya berhasil menangkap Tu setelah ia mengajukan lamaran di sebuah kantor polisi di Provinsi Guandong.

    Meski mengajukan lamaran, Tu rupanya tetap dirundung ketakutan bakal ketahuan. "Fakta ini tampaknya terus mengusik pikirannya saat ia melamar sebagai polisi bantuan di kantor polisi Nan'an, Zhaoqing," demikian kabar di Guangdong Daily, Rabu pekan lalu.

    Kegelisahan Tu terbaca oleh petugas yang mewawancarainya. Polisi langsung mengecek latar belakang Tu lantaran ia berkeringat lebih banyak dibanding pelamar lainnya. "Matanya memandang ke sekitar saat menjelaskan dirinya secara berulang-ulang dengan raut wajah tegang," kata petugas.

    Dari catatan polisi terungkap bahwa kepolisian Xiaoxiang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Tu. Saat polisi mengatakan kepura-puraannya sudah ketahuan, Tu tampak lega. Kepada polisi, dia pun mengaku catatan kejahatan itu membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan.

    "Akhirnya dia memutuskan untuk mencoba peruntungan di kantor polisi, dan berharap dia akan lebih aman di sana," begitu Guangdong Daily mengabarkan. Tu akhirnya diserahkan ke kantor polisi Xiaoxiang.

    GLOBAL TIMES | NATALIA SANTI

    Baca juga:

    Ahok Tata Kampung Akuarium, Ini Penyebab Alumni UI Gerah
    Perkosa Siswi SD, Nasib Keluarga Pemuda Ini Terancam!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.