Venezuela Krisis, Presiden Maduro Keluarkan Dekrit Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicolas Maduro. REUTERS/Jorge Silva

    Nicolas Maduro. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, memberangus aksi jalanan di ibu Kota Caracas, Sabtu, 14 Mei 2016, dengan dekrit darurat baru, sekaligus memerintahkan penutupan sejumlah pabrik, memenjarakan para pemiliknya, dan menyiagakan militer dengan alasan ancaman kekuatan asing.

    Pemerintahan sayap kiri ini sedang berjuang memerangi krisis ekonomi dibarengi kekurangan bahan pangan, melonjaknya harga, kerusuhan, penjarahan, dan main hakim sendiri sehingga membawa Venezuela ke arah kehancuran.

    Dia menuduh Amerika Serikat, Jumat, 13 Mei 2016, berada di balik ketidakstabilan negaranya, oleh karena itu Maduro perlu mengeluarkan dekrit negara dalam keadaan darurat.

    Baca juga: Krisis Listrik, Hari Kerja di Venezuela Hanya Senin-Selasa

    Berbicara di depan para pendukungnya yang menyemut di Caracas tengah, Sabtu waktu setempat, Maduro mengatakan bahwa dirinya akan mengambil tindakan berdasarkan dekrit baru meskipun surat keputusannya belum dikeluarkan.

    "Kita harus mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menutup kapasitas produksi yang lumpuh akibat tindakan kaum borjuis," kata Maduro yang disambut yel-yel dengan lambaian bendera nasional Venezuela oleh pendukungnya.

    Dia melanjutkan, "Siapapun yang menginginkan berhentinya produksi untuk tujuan sabotase harus keluar. Mereka harus diborgol dan dikirimkan ke lembaga pemasyarakatan."

    Sikap Maduro itu disampaikan setelah perusahaan makanan dan minuman terbesar di Venezuela, Polar Group, menghentikan produksinya pada 30 April 2016. Perusahaan ini menuding pemerintah salah urus dengan tidak mengimpor gandum.

    Pemilik perusahaaan, seorang miliader Lorenzo Mendoza, dikenal vokal mengritik Maduro, sebaliknya Presiden Venezuela ini menuduh pengusaha itu berkonspirasi melawan dirinya.

    Maduro juga memerintahkan militer melakukan latihan pada Sabtu mendatang dengan berbagai skenario serta menolak intervensi militer asing.

    CHANNEL NEWS ASIA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.