Erdogan: Barat Lebih Peduli Gay dan Hewan daripada Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vezir Catras berjabat tangan dengan Presiden Tayyip Erdogan usai diberi nasihat di Istanbul, Turki, 26 Desember 2015. Presiden Tayyip Erdogan berjanji untuk membantu menyelesaikan masalah pria itu. Yasin Bulbul/Presidential Press Service Pool via AP

    Vezir Catras berjabat tangan dengan Presiden Tayyip Erdogan usai diberi nasihat di Istanbul, Turki, 26 Desember 2015. Presiden Tayyip Erdogan berjanji untuk membantu menyelesaikan masalah pria itu. Yasin Bulbul/Presidential Press Service Pool via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik negara-negara Barat. Ia menuturkan negara-negara itu lebih peduli kepada hak asasi kaum gay dan kelestarian hewan daripada nasib rakyat Suriah. Erdogan menuduh Barat memiliki pola pikir “sisa-sisa perbudakan dan penjajahan”.

    Luapan anti-Barat oleh Erdogan itu terungkap pada Jumat, 13 Mei 2016. Erdogan menghadapi kebuntuan dengan Uni Eropa atas tuntutan bahwa Turki mengubah Undang-Undang Anti-Terorisme untuk mengamankan perjalanan bebas di Eropa bagi warga negara Turki.

    “Malulah mereka yang tidak menunjukkan kepekaan untuk wanita dan anak-anak yang mencari bantuan,” kata Erdogan. “Malulah mereka yang menunjukkan kepekaan pada ikan paus, anjing laut, dan kura-kura di laut milik 23 juta warga Suriah.”

    Komisi Eropa menyatakan perjalanan bebas visa bergantung pada Ankara menulis ulang undang-undang anti-terorismenya. Sebabnya, undang-undang itu digunakan untuk menuntut wartawan dan kritikus pemerintah.

    MAYA AYU PUSPITASARI | THE GUARDIAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.