Dilengserkan, Presiden Brasil: Tuduhan Itu Hanya Lelucon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Dilma Rousseff Rousseff kehilangan suara pada penentuan impeachment di Kongres majelis rendah. Impeachment ini akan mengakhiri 13 tahun pemerintahan Partai Buruh. REUTERS/Ueslei Marcelino

    Presiden Brasil Dilma Rousseff Rousseff kehilangan suara pada penentuan impeachment di Kongres majelis rendah. Impeachment ini akan mengakhiri 13 tahun pemerintahan Partai Buruh. REUTERS/Ueslei Marcelino

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brasil Dilma Rousseff tidak terima dengan keputusan Senat melengserkan sementara atau menskorsnya dari jabatannya. Total 55 suara menyatakan setuju mengadili Rousseff atas tuduhan memanipulasi anggaran, sedangkan 22 suara lain menentang.

    Rousseff menyebut tuduhan korupsi terhadapnya sebagai lelucon dan tindakan sengaja untuk menjatuhkannya. Dia pun membantah telah melakukan pelanggaran hukum seperti apa yang dituduhkan kepadanya.

    Rousseff menilai keputusan ini tidak adil secara hukum. “Saya akui saya salah, tapi saya tidak melanggar hukum atau melakukan tindakan kriminal,” ujarnya dalam siaran televisi nasional Brasil, seperti dilansir laman BBC, Kamis, 13 Mei 2016.

    Rousseff dituduh bersalah karena menyembunyikan defisit anggaran negara. Hal ini dilakukan di tengah ekonomi Brasil yang lesu, sehingga tingkat popularitas dan kepercayaan publik terhadap Rousseff pun menurun.

    Pendukung Rousseff pun menyebut proses ini sebagai bentuk lain dari kudeta. Wakil Presiden Michel Temer akan menjabat presiden sementara menggantikan Rousseff.

    BBC | GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.