Teriak 'Allahu Akbar' Saat Latihan Antiteror, Polisi London Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan khusus polisi Inggris bersenjata lengkap, saat mengikuti latihan kesiapan anti teror bersandi Exercise Strong Tower. Latihan ini berlangsung di stasiun Aldywch di jalan Surrey. London, Inggris, 30 Juni 2015. Rob Stothard / Getty Images

    Pasukan khusus polisi Inggris bersenjata lengkap, saat mengikuti latihan kesiapan anti teror bersandi Exercise Strong Tower. Latihan ini berlangsung di stasiun Aldywch di jalan Surrey. London, Inggris, 30 Juni 2015. Rob Stothard / Getty Images

    TEMPO.COLondon - Gara-gara meneriakkan “Allahu Akbar” dalam pelatihan antiteror di sebuah pusat belanja di Manchester, polisi Inggris menerima kecaman dari berbagai pihak karena dianggap menghina Islam.

    Asisten Kepala Polisi Manchester Garry Shewan langsung menyampaikan permohonan maaf dan turut menggambarkan tindakan tersebut sebagai tidak bisa diterima.

    Shewan mengatakan skenario untuk latihan yang diikuti 800 relawan bersama pria bertopeng dengan pakaian hitam tersebut didasarkan pada serangan gaya kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam insiden sebelumnya untuk menjadikannya situasi nyata.

    "Bagaimanapun, tindakan meneriakkan ‘Allahu Akbar’ itu telah menyinggung orang Islam," katanya, seperti dilansir BBC, Rabu, 11 Mei 2016.

    Asisten Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris Miqdaad Versi mengatakan penggunaan kalimat tersebut dalam pelatihan teror semacam itu secara tidak langsung telah mengaitkan orang Islam dengan teroris.

    London kini dipimpin seorang muslim, yang dilantik menjadi wali kota di ibu kota Inggris ini, pada Sabtu pekan lalu. 

    BBC | GUARDIAN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.