Kim Jong-un Pimpin Partai Pekerja, Bendera Palu-Arit Hiasi Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Partai Buruh Korea bertepuk tangan usai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan pidatonya dalam kongres di Pyongyang, 9 Mei 2016. REUTERS

    Sejumlah anggota Partai Buruh Korea bertepuk tangan usai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan pidatonya dalam kongres di Pyongyang, 9 Mei 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mendapat jabatan baru setelah dikukuhkan sebagai Ketua Partai Pekerja, Senin malam, 9 Mei 2016, dalam pertemuan tingkat tertinggi partai pemerintah itu.

    Pemimpin de facto negara tersebut, Kim Yong-nam, menyatakan pemberian jabatan disaksikan langsung oleh wartawan asing pada kongres partai ketujuh dan yang pertama diadakan sejak 36 tahun.

    "Pemilihan menunjukkan kepercayaan mutlak militer dan orang-orang kepada pemimpin besar kami, Kim Jong-un ," kata Kim Yong-nam, seperti dilansir laman Straits Times, Selasa, 10 Mei 2016.

    Kim Jong-un, generasi ketiga dinasti yang memerintah negara itu sejak 1948, sebelumnya memegang posisi sebagai Sekretaris Satu Partai Pekerja.

    Pelantikan itu kian memperkuat kekuasaannya di kongres yang dianggap seperti upacara penobatan untuk pemimpin muda tersebut. Dia mulai memegang kekuasaan pada Desember 2011 seusai kematian ayahnya, Kim Jong-il.

    Kongres tersebut juga memilih Choe Ryong-hae dan Pak Pong-ju untuk Komite Tetap Biro Politik dari Komite Sentral Partai. Biro Politik menambah 19 anggota baru dan sembilan anggota pengganti.

    Seusai pemilihan, parade besar-besaran diadakan di jalan-jalan Kota Pyongyang. Seluruh kota dipenuhi warna merah dan lambang palu-arit yang merupakan simbol partai tersebut.

    Beberapa pendukung membawa spanduk raksasa bertuliskan "Mansei untuk kawan Kim Jong-un, pemimpin puncak partai dan rakyat kita!" dan "Maha Suci pemimpin kita tercinta!"

    Dalam pidatonya selama kongres, Kim Jong-un memuji uji bom hidrogen pertamanya pada Januari lalu dan membela persenjataan nuklir sebagai pencegahan terhadap musuh bangsa seperti Amerika Serikat. Dia juga bersumpah akan menggunakannya hanya jika kedaulatan Korea Utara terancam oleh kekuatan nuklir lain.

    Kongres Partai Pekerja tersebut diadakan saat ketegangan yang meningkat di Semenanjung Korea menyusul tes atom pada Januari lalu.

    STRAITS TIMES | INDEPENDENT | CCTV | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.