Ternyata, Pangeran Harry Alami Paranoid Soal Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengeran Harry bersama tim pelatih Boultbee Flight Academy, di Goodwood, Ingris, 5 April 2015.  Boultbee Flight Academy menawarkan beasiswa pelatihan penerbangan untuk prajurit yang luka dan wanita. Andy R Annable/Boultbee Flight Academy/Getty Images

    Pengeran Harry bersama tim pelatih Boultbee Flight Academy, di Goodwood, Ingris, 5 April 2015. Boultbee Flight Academy menawarkan beasiswa pelatihan penerbangan untuk prajurit yang luka dan wanita. Andy R Annable/Boultbee Flight Academy/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Pangeran Harry buka-bukaan soal kehidupan cintanya. Ia membeberkan alasannya belum memiliki kekasih.

    Pangeran Harry mengatakan dia kesulitan membangun hubungan karena intrik dan pandangan orang di sekitarnya. Ia merasa paranoid mengenai hal yang berkaitan dengan perempuan. 

    “Jika menemukan kekasih, saya akan memastikan kami nyaman satu sama lain sebelum terbuka di muka umum,” kata Pangeran Harry, seperti dilansir dari Mirror.co.uk, Ahad, 8 Mei 2016.

    Harry akan meluncurkan Invictus Games kedua bagi tentara yang mengalami cedera pada Ahad, 8 Mei 2016. Lima ratus tentara pria dan wanita dari 15 negara akan bertanding. Meski dipuji mengikuti kebaikan hari ibunya, Harry mengaku mengesampingkan percintaan demi pekerjaan.

    Saat ini, Harry mengatakan dia masih berfokus pada pekerjaan. Namun dia akan merasa senang jika kisah cintanya bisa berhasil di tengah banyaknya pekerjaan. 

    “Saya tidak menempatkan pekerjaan di atas keluarga, pernikahan, dan lainnya. Tapi saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk keluar dan bertemu dengan orang,” katanya.

    Harry sempat mengkritik cara media memperlakukan dia dan keluarganya. Dalam sebuah wawancara, Harry mengatakan semua orang memiliki privasi. 

    “Sayangnya, jarak antara konsumsi publik dan pribadi hampir tak ada lagi,” tuturnya. Harry memastikan jarak tersebut terlihat bagi media dan dia.

    MIRROR.CO.UK | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.