Atasi Kekeringan, Uni Emirat Arab Rancang Gunung Buatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendaki gunung. TEMPO/Aris Andrianto

    Ilustrasi mendaki gunung. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Dubai- Uni Emirat Arab sedang merancang pembangunan gunung buatan untuk mendapatkan lebih banyak hujan guna mengatasi kekeringan di negara itu.

    Suhu tinggi melanda negara Timur Tengah itu sejak beberapa dekade lalu, mengakibatkan air sungai menjadi kering, tanaman tidak subur, dan harga makanan meningkat.

    Untuk itu, tim ahli dari University Corporation of Atmospheric Research (UCAR) yang berbasis di Amerika Serikat ditugaskan untuk mengkaji efek gunung buatan yang bisa membantu mendapatkan hujan. Tim ahli mengatakan bahwa gunung buatan manusia itu akan membuat tingkat udara meningkat.

    Ulasan pada tahap awal itu menelan biaya 275 ribu poundsterling atau Rp 5,2 miliar, dan akan dipimpin Roelof Bruintjes dari UCAR.

    "Apa yang kita lihat adalah pada dasarnya untuk menilai dampak pada cuaca melalui jenis gunung, seberapa tinggi dan bagaimana kemiringan yang harus dilakukan. Kita akan menyediakan laporan fase pertama pada musim panas sebagai langkah awal," kata Bruintjes.

    Meskipun Bruintjes mengakui pembuatan gunung itu dari awal akan melibatkan biaya yang sangat tinggi, dia menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan dapat membuka jalan dalam menangani krisis hujan di Uni Emirat Arab.

    "Membangun sebuah gunung bukan sesuatu yang mudah. Jika (proyek) terlalu mahal (buat pemerintah), secara logika proyek ini tidak akan dilaksanakan.

    "Jika itu diteruskan, fase kedua akan melibatkan perusahaan rekayasa dan memutuskan apakah dapat dilaksanakan atau tidak," kata Bruintjes, seperti yang dilansir Mirror pada 3 Mei 2016.

    Sementara untuk lokasi untuk membangun gunung buatan manusia itu masih belum diidentifikasi.

    MIRROR| YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?