MILF Buru Pengikut Abu Sayyaf, Dianggap Tak Islami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan bersenjata MILF bersorak saat menunggu penandatanganan perjanjian di Kamp Darapanan, Sultan Kudarat, Maguindanao, Filipina Selatan (27/3). (AP Photo/Froilan Gallardo)

    Pasukan bersenjata MILF bersorak saat menunggu penandatanganan perjanjian di Kamp Darapanan, Sultan Kudarat, Maguindanao, Filipina Selatan (27/3). (AP Photo/Froilan Gallardo)

    TEMPO.COCotabato City - Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengatakan kelompoknya siap membantu pasukan pemerintah memburu anggota Abu Sayyaf, yang memenggal kepala sandera warga Kanada, John Ridsdel.

    Potongan kepala Ridsdel ditemukan di dekat kantor polisi di Jolo pada 25 April 2016, sedangkan tubuh yang diduga milik Ridsdel ditemukan di kawasan terpencil di Kota Talipao dua hari kemudian atau 27 April 2016.

    Pemimpin militer MILF, Sammy al-Mansour, mengatakan pasukannya di Sulu memiliki keahlian melakukan determinasi terhadap lokasi anggota Abu Sayyaf yang terlibat dalam pemenggalan kepala Ridsdel.

    Ridsdel, 68 tahun, merupakan satu dari empat orang yang diculik dari sebuah resor di Pulau Samal pada 21 September 2015. Adapun korban penculikan lainnya adalah Robert Hall, yang juga dari Kanada, Kjartan Sekkingstad asal Norwegia, dan Maritess Flor asal Filipina.

    "Apa yang mereka lakukan adalah anti-Islam. Kami mengutuk keras perbuatan mereka," kata Al-Mansour. Dia mengatakan, berdasarkan informasi terakhir, pembunuh Ridsdel masih berada di Sulu.

    "Kami sedang membantu mendapatkan informasi. Kami hanya perlu saling koordinasi. Jika pasukan pemerintah memiliki informasi juga, mereka dapat meneruskan kepada kami dan kami akan sampaikan kepada pasukan gabungan kami di sana," ucapnya.

    Ini bukan pertama kali MILF memobilisasi pasukannya melawan Abu Sayyaf. Saat bentrokan senjata di Sulu yang menewaskan tujuh marinir pada 25 Mei 2013, MILF-lah yang menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah, juga membantu pasukan pemerintah mencari lokasi para bandit pimpinan Radulan Sahiron.

    Pada 7 Februari 2015, pasukan MILF berperang melawan milisi Abu Sayyaf, yang menguasai Basilan. Dalam insiden senjata itu, seorang pentolan kelompok Abu Sayyaf tewas dan seorang anggota MILF cedera.

    Al-Mansour mengatakan pasukannya, selain berperang melawan kelompok Abu Sayyaf, membuka jalan untuk operasi militer.

    Juru bicara Komando Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan Jr., pada 9 April 2016, membenarkan bahwa pasukan MILF telah menepi ketika pasukan pemerintah memasuki Barangay Baguindan di Tipo-Tipo untuk memburu Abu Sayyaf.

    Brigadir Jenderal Glenn Macasero dari Komite Gencatan Senjata Pemerintah mengatakan koordinasi operasi dibuat bersama Hadji dan Asnawi, komandan pangkalan ke-114, serta Hamsa Sapanon, komandan Pasukan Polisi Provinsional MILF di Basilan.

    "Kami telah menerapkan kesepakatan sama-sama menghindar dari konfrontasi antara militer dan MILF," katanya. 

    INQUIRER | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.