Narapidana Terakhir Peristiwa Tiananmen 1989 Segera Bebas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa sepeda hancur dilindas tank tentara Tiongkok yang membubarkan demonstrasi mahasiswa di Tiananmen Square, Beijing, pada 4 Juni 1989.  Peter Charlesworth/LightRocket via Getty Images

    Beberapa sepeda hancur dilindas tank tentara Tiongkok yang membubarkan demonstrasi mahasiswa di Tiananmen Square, Beijing, pada 4 Juni 1989. Peter Charlesworth/LightRocket via Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing - Cina berencana membebaskan Miao Deshun, narapidana terakhir yang terlibat aksi protes besar-besaran di Lapangan Tiananmen pada 1989. Ia mendekam di penjara selama tiga dekade. Miao akan dibebaskan akhir tahun ini.

    "Kami menyambut berita ini dan menyampaikan harapan bahwa dia akan menerima perawatan yang dibutuhkan untuk melanjutkan kehidupan normal, setelah menghabiskan lebih dari setengah dari hidupnya di balik jeruji besi," kata John Kamm, Direktur Eksekutif Dui Hua, kelompok hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat, seperti dilansir Guardian, 4 Mei 2016.

    Zhang Yansheng,  rekan Miao dalam peristiwa berdarah Tiananmen, yang dibebaskan pada 2003, mengatakan telah menghabiskan banyak waktu di penjara dengan Miao. Ia menduga, Miao akan kesulitan memahami situasi Cina saat ini.

    "Dia memiliki beberapa masalah kesehatan mental akut dan saya pikir akan membutuhkan waktu lama baginya untuk terbiasa dengan kehidupan di luar." kata Zhang.

    Sementara itu, organisasi Dui Hua mengatakan Miao, 51, tidak memiliki kontak dengan dunia luar selama bertahun-tahun. Ia  meminta kerabatnya berhenti mengunjungi dia lebih dari satu dekade lalu.

    "Orang-orang yang menjalani hukuman bersama dia pada 1990-an ingat dia sebagai pria yang sulit mengakui kesalahan dan berpartisipasi dalam kerja-kerja di penjara," kata kelompok itu. "Dia banyak menghabiskan waktu di sel isolasi."

    Miao bergabung bersama sekitar 1.600 rakyat Cina massa aksi pro demokrasi yang melakukan aksi protes pada 4 Juni 1989. Mereka menghadapi kebrutalan militer  yang menewaskan ratusan orang. Saat itu, umur Miao 25 tahun.

    Bulan ini menandai ulang tahun ke-50 Revolusi Kebudayaan pimpinan Mao, yang dimulai pada Mei 1966. Revolusi ini menimbulkan kekacauan dan pertumpahan darah selama satu dekade di Cina. Sekitar satu juta orang tewas.

    Tapi Andrew Walder, pakar tentang Cina dari Universitas Stanford, mengatakan, dibandingkan dengan kontroversi revolusi kebudayaan Mao, protes Tiananmen adalah peristiwa  yang juga membuat tidak nyaman para pemimpin partai komunis.

    "Jauh lebih sensitif adalah apa yang terjadi pada 1989 karena waktu yang lebih dekat. Rezim itu sebenarnya terguncang cukup kuat, meskipun pergolakannya jauh lebih kecil, lebih singkat, dan lebih berisi dibanding (Revolusi Kebudayaan)," ujarnya.

    THE GUARDIAN | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.