Rollercoaster Tiba-tiba Berhenti, Posisi Penumpang Terbalik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi korban terjebak di roller coaster Alton Towers. BBC.co.uk

    Proses evakuasi korban terjebak di roller coaster Alton Towers. BBC.co.uk

    TEMPO.COLondon - Kesenangan sekelompok pengunjung menaiki permainan rollercoaster di taman impian Alton Towers di Inggris pada Senin, 2 Mei 2016, berubah menjadi mimpi buruk ketika wahana itu berhenti secara tiba-tiba saat tengah berputar.

    Lebih mencemaskan lagi, ketika berhenti, rollercoaster itu dalam posisi tergantung pada ketinggian 65 kaki, sehingga menyebabkan 28 tubuh orang yang menaikinya dalam posisi terbalik ke bawah selama setengah jam.

    Mereka yang menaiki permainan itu merasa cemas karena khawatir sabuk pengaman yang dipakai akan terbuka, yang akan menyebabkan mereka terjatuh.

    Seorang korban mengatakan khawatir sabuk pengamannya akan terbuka karena dia tergantung pada ketinggian. Seorang korban lain berbagi pengalaman mendengar jeritan dan tangisan mereka yang lain saat terjebak di landasan itu.

    Juru bicara Alton Towers mengatakan hujan lebat telah mengganggu pembacaan sensor dan secara otomatis berhenti.

    "Ini adalah fitur keselamatan standar pada wahana ini dan bekerja persis seperti yang dirancang," katanya, seperti dilansir BBC, Selasa, 3 Mei 2016.

    Bahkan area antrean menunggu giliran untuk menaiki permainan itu turut dibanjiri air. 

    Wahana yang mengalami insiden tersebut adalah jenis permainan baru yang bernama Perjalanan Galactica. Baru diresmikan satu bulan yang lalu, permainan ini mensimulasikan perjalanan ruang angkasa dengan menggunakan headset virtual reality.

    Insiden itu terjadi kurang dari setahun setelah dua wanita kehilangan kaki saat mengalami kecelakaan rollercoaster di taman hiburan ini.

    BBC | DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?