Rusia Habiskan Rp 17,1 Miliar Cegah Hujan Saat May Day

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota serikat pekerja bernyanyi pada perayaan May Day di Lapangan Merah, Moskow, Rusia (1/5). Menurut laporan resmi, sekitar seratus ribu orang berpartisipasi dalam aksi May Day di lapangan ini pertama kalinya sejak kejatuhan Uni Soviet. (AP Photo/Ivan Sekretarev)

    Sejumlah anggota serikat pekerja bernyanyi pada perayaan May Day di Lapangan Merah, Moskow, Rusia (1/5). Menurut laporan resmi, sekitar seratus ribu orang berpartisipasi dalam aksi May Day di lapangan ini pertama kalinya sejak kejatuhan Uni Soviet. (AP Photo/Ivan Sekretarev)

    TEMPO.CO, Moskow- Pemerintah Rusia menghabiskan dana US$ 1,3 juta atau Rp 17, 1 miliar untuk membendung datangnya hujan saat perayaaan Hari Buruh Sedunia atau May Day, 1 Mei 2016.

    Kremlin, seperti dikutip dari laman Independent, menyewa seorang kontraktor tunggal untuk melakukan pekerjaan tersebut. Caranya dengan  penyebaran dan penyemaian awan yang memaksa hujan datang lebih awal sebelum serikat pekerja melakukan aksi unjuk rasa.

    Penyemaian awan dilakukan menggunakan bahan kimia tertentu, yang kemudian campuran bahan kimian itu  membekukan dan memberatkan awan.  Pekerjaan itu dilakukan pada Sabtu, sehari sebelum May Day.

    Tahun lalu, Kremlin juga telah menghabiskan jutaan dolar untuk menggunakan pesawat menjamin kondisi tetap cerah saat negara memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Eropa.

    Selain di Rusia, teknik ini telah digunakan di seluruh dunia. Cina adalah salah satu negara yang kerap menggunakan teknik ini sebelum merayakan libur penting, termasuk membantu menjaga cuaca tetap bagus saat acara pembukaan Olimpiade Beijing.

    INDEPENDENT | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.