Gara-gara Es, Starbucks Dituntut Rp 65,8 Miliar!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sebuah kedai kopi Starbucks di Miami, Florida (29/1). Starbucks akan megurangi 6.700 karyawannya dan menutup 300 kedai kopinya akibat merosotnya pembeli. Foto: Joe Raedle/Getty Images/AFP

    Suasana di sebuah kedai kopi Starbucks di Miami, Florida (29/1). Starbucks akan megurangi 6.700 karyawannya dan menutup 300 kedai kopinya akibat merosotnya pembeli. Foto: Joe Raedle/Getty Images/AFP

    TEMPO.CO, Illinois - Seorang wanita menuntut jaringan kedai kopi Starbucks di pengadilan. Ia menuduh pelayan gerai minuman yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, sengaja menempatkan terlalu banyak es dalam minumannya.

    Stacy Pincus mengklaim, ia hanya mendapatkan setengah dari apa yang ia bayar untuk minuman. Dia memimpin sebuah class action atau gugatan mewakili masyarakat, yang menuntut perusahaan membayar ganti rugi US$ 5 juta atau Rp 65,8 miliar.

    Dokumen pengadilan yang diajukan penuntut di Illinois, seperti dikutip dari Metro.co.uk, 1 Mei 2016, berbunyi: "Pelanggan Starbucks memesan minuman dingin Venti hanya menerima 14 ons cairan minuman--kurang dari setengah jumlah yang diiklankan, dan kurang dari setengah jumlah yang mereka bayar."

    BACA JUGA
    Gaduh Ahok Vs Yusril: Sekongkol Rustam hingga Kalah di PTUN
    Survei: 9 dari 10 Orang Sungkan Menegur Orang yang Bau Badan

    "Pada intinya, Starbucks dianggap hanya menunjukkan ukuran cangkir minuman dingin di daftar menu, bukan jumlah cairan yang akan pelanggan terima ketika mereka membeli minuman dingin. Mereka menipu pelanggan dalam proses."

    Dalam pembelaannya, Starbucks mengatakan es adalah bagian penting dari minuman. Mereka akan membuat ulang minuman untuk pelanggan yang tak puas. "Pelanggan kami memahami, dan berharap es merupakan komponen penting dari minuman dingin," ujar Sturbucks.

    METRO.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA

    BERITA MENARIK
    Jurnalis Prancis Menyusup ke Markas ISIS, Ini Temuannya
    Ahok Buka Rahasia Mundurnya Rustam Effendi, Ternyata...



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.