Pertama Kali, Bank di Korea Utara Dirampok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membungkuk di depan patung perunggu mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il, di Bukit Mansu, Pyongyang, Korea Utara, 15 April 2016. Upacara meriah digelar untuk memperingati ulang tahun pendiri Korea Utara tersebut. AP/Kim Gwang Hyon

    Warga membungkuk di depan patung perunggu mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il, di Bukit Mansu, Pyongyang, Korea Utara, 15 April 2016. Upacara meriah digelar untuk memperingati ulang tahun pendiri Korea Utara tersebut. AP/Kim Gwang Hyon

    TEMPO.COPyongyang - Sejumlah uang tunai dicuri dari cabang bank sentral Korea Utara pada 4 April lalu. Ini merupakan perampokan bank pertama dalam sejarah negara itu. 

    Berawal ketika sekelompok penyerang bersenjata tidak dikenal masuk ke cabang bank sentral di Kota Cheongjin, kota dekat perbatasan Cina, dan merampok uang tunai sekitar 70 won Korea Utara, seperti dilansir Korean Times. 

    Seorang juru bicara kepolisian menyatakan bahwa bank yang terletak di dekat Theater Dorip, Provinsi Hamgyong Utara, tersebut biasanya dikawal penjaga malam yang bertugas. Namun, saat kejadian, penjaga dilaporkan tidak berada di posnya. 

    Perampok kemudian memecahkan kaca pintu masuk dan membawa lari uang. Won, mata uang Korea Utara, tidak memiliki nilai tukar resmi terhadap mata uang asing. 

    Juru bicara polisi tersebut menambahkan bahwa bank itu masih ditutup dan pihaknya akan terus menyelidiki kejahatan yang diduga kuat dibantu orang dalam tersebut. "Perampokan itu mustahil dilakukan tanpa bantuan orang dalam," kata juru bicara polisi Korea Utara. 

    Perampokan tersebut membuat bank cabang di negara tersebut meningkatkan pengawasan dengan menempatkan lebih banyak petugas keamanan. 

    Kejadian perampokan tersebut menunjukkan bahwa bank di seluruh Korea Utara menyimpan uang lebih banyak dibandingkan biasanya menjelang kongres Partai Pekerja yang diperkirakan dimulai 6 Mei ini.

    SPUTNIK NEWS | KOREAN TIMES | SUNDAYWORLDS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.