May Day, Imigran dan Pekerja di AS Memprotes Donald Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi mengamankan seorang pengunjuk rasa dalam menggelar aksi protes anti-kapitalis di perayaan May Day di Seattle, New York, 1 Mei 2016. May Day berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. REUTERS

    Sejumlah polisi mengamankan seorang pengunjuk rasa dalam menggelar aksi protes anti-kapitalis di perayaan May Day di Seattle, New York, 1 Mei 2016. May Day berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. REUTERS

    TEMPO.COLos Angeles - Unjuk rasa memperingati Hari Buruh alias May Day di Amerika Serikat diwarnai aksi protes terhadap Donald Trump. Demonstran mengarak boneka kandidat presiden dari Partai Republik itu berkeliling Los Angeles dan menyerukan hak menetap untuk pekerja dan imigran serta memprotes kampanyenya yang kerap menyebarkan pesan kebencian.

    Sebagaimana dilansir dari laman Telegraph, Senin, 2 Mei 2016, protes itu menjadi salah satu aksi buruh di kota-kota di Amerika Serikat. Selain memprotes Donald Trump, demonstran menyerukan kenaikan upah pekerja, mengakhiri deportasi, dan dukungan untuk rencana pemerintah memberikan izin kerja bagi imigran.

    "Kami ingin mereka mendengar suara kami. Kami ingin mereka mengetahui kami di sini dan bahwa kami ingin kehidupan serta pekerjaan yang lebih baik," kata Norberto Guiterrez, imigran berusia 46 tahun asal Meksiko, yang bergabung bersama anggota serikat buruh dan pelajar.

    Demonstran terdengar berkali-kali meneriakkan nama Trump.

    "Selain memperjuangkan hak-hak pekerja, kami berjuang untuk martabat kami, diri kami," kata Jorge-Mario Cabrera, juru bicara Koalisi untuk Hak Kemanusiaan Imigran Los Angeles. 

    "Kami bukan pemerkosa. Kami bukan penjahat. Dan kami berbuat baik untuk negara ini," ujarnya.

    Tomas Kennedy, penyelenggara unjuk rasa di Miami, mengatakan, "Efek Trump telah mengambil alih media dan membungkam suara kami. Sudah waktunya berdiri melawan ancaman saat ini untuk demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, kesetaraan, serta kesejahteraan negara dan semua orang."

    Di Amerika, unjuk rasa pada 1 Mei telah menjadi momen strategis berkumpulnya para imigran dan warga yang mendukung mereka sejak demonstrasi besar-besaran pada 2006 terhadap rancangan undang-undang penegakan imigrasi.

    BELFAST TELEGRAPH | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.