Amerika Remehkan Nasionalisme Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington:Tampaknya Irak telah belajar dari pengalaman masa lalu. Buktinya, pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat yang menyerang Irak gagal mematahkan perlawanan Irak, tulis analis Washington Post, Kamis (27/3). Irak mampu membuat kerusakan yang berat minggu ini, bahkan terhadap kendaraan lapis baja (tank) berat Amerika Serikat dan helikopter Apache, tulis analis tersebut. Pejabat militer Amerika Serikat terkesan pada daya adaptasi taktik Irak dan kegigihan bertempur yang sebelumnya diremehkan oleh Pentagon. Perhitungan Pentagon berdasarkan pada analisis perang 12 tahun lalu, tulis Washington Post. Pasukan Amerika Serikat berasumsi, pasukan reguler Irak akan mudah dikalahkan seperti Perang Teluk 1991 lalu. Ketika itu, ribuan tentara Irak menyerah tanpa syarat. Saat itu, satu-satunya kesulitan ada pada pasukan elit Saddam, Garda Republik yang sangat loyal pada Saddam. Jelas sekali Saddam belajar di Kosovo, kata pejabat resmi Pentagon. Sebelumnya perang gerilya juga diterapkan di pertempuran di Mogadishu, Kosovo, Uni Soviet, Bosnia, dan Vietnam, ujar Anthony Cordesman, analis Center for Startegic and International Studies pada koran Knight Rider. Amerika, tambahnya telah meremehkan nasionalisme rakyat Irak. (AFP/Yophiandi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.