Serangan Bom Bunuh Diri Baghdad, 17 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga berjalan bersama-sama saat melarikan diri setelah terjadi pertempuran antara pasukan Irak dan militas ISIS di kota Hit, provinsi Anbar, 4 April 2016. AP/Khalid Mohammed

    Puluhan warga berjalan bersama-sama saat melarikan diri setelah terjadi pertempuran antara pasukan Irak dan militas ISIS di kota Hit, provinsi Anbar, 4 April 2016. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penyerang mengendarai mobil dan meledakkan dirinya di pinggiran kota Baghdad. Bom bunuh diri itu menyebabkan sedikitnya 17 orang tewas dan lebih dari 40 lainnya terluka.

    Sumber di kepolisian Irak melaporkan, seperti dilansir Reuters, kejadian itu berlangsung pada Sabtu, 30 April 2016, di sebuah pasar di distrik Nahrawan, dekat sekelompok Muslim Syiah yang sedang melakukan ziarah.

    Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan, tapi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seperti dikutip Belfast Telegraph, secara teratur menyerang Muslim Syiah, yang mereka anggap murtad.

    Para peziarah tengah dalam perjalanan menuju kuil Imam Kadhim Baghdad untuk memperingati kematian salah satu tokoh senior Syiah Islam dari abad ke-8. Ribuan peziarah Syiah dari seluruh Irak diperkirakan akan turun di kuil selama beberapa hari mendatang.

    Keamanan telah berangsur-angsur membaik di Baghdad, kota yang menjadi target pengeboman beberapa dekade lalu, namun serangan-serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil masih sering terjadi.

    Munculnya ISIS, yang memerangi pasukan pemerintah untuk mengendalikan sejumlah wilayah di bagian utara dan barat Irak, telah memperburuk konflik sektarian di negara itu, sebagian besar antara Syiah dan Sunni.

    REUTERS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.