Unjuk Kekuatan, Misil Korut Malah Gagal Meluncur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam saat uji coba yang disaksikan langsung oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang, 24 April 2016. KCNA/via REUTERS.

    Rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam saat uji coba yang disaksikan langsung oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang, 24 April 2016. KCNA/via REUTERS.

    TEMPO.COJakarta - Niat Korea Utara unjuk kekuatan militer di depan Korea Selatan gagal. Gara-garanya, dua misil balistik jarak menengah mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya. "Kedua misil gagal meluncur," sebagaimana ditulis pihak militer Korea Selatan yang dikutip oleh USA Today, Kamis, 28 April 2016.

    Menurut kantor berita asal Korea Selatan, Yonhap, uji coba misil tersebut sudah berlangsung beberapa pekan ini. Bahkan, pada uji coba 15 April lalu, misil Musudan yang digunakan Korea Utara berhasil meledak. 

    Lebih lanjut, Yonhap beranggapan uji coba misil ini lebih dari sekadar unjuk kekuatan militer Korea Utara. Menurut mereka, uji coba ini juga untuk menyambut perayaan 104 tahun Kim Il-sung, pendiri Korea Utara, karena waktu yang berdekatan.

    Peluncuran misil ini pun dipantau militer Amerika Serikat. Menurut keterangan pers dari US Strategic Command, uji coba misil yang dilakukan Korea Utara tidak berbahaya untuk wilayah Amerika. "Meski begitu, kami akan tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan mitra kami, Jepang dan Korea Selatan," sebagaimana dikutip dari keterangan pers militer Amerika.

    Secara terpisah, pengamat dari Center for Korean History and Public Policy, James Person, mengatakan, dalam satu dekade terakhir, sebanyak 50 misil balistik Musudan dilepaskan Korea Utara. Musudan atau BM-25 memiliki daya jelajah 2.500 mil atau mampu menjangkau Korea Selatan dan Jepang.

    ISTMAN MP | USA TODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.