ISIS Mulai Krisis Keuangan dan Simpatisan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para militan ISIS menyalibkan para korbannya dengan menutup mata mereka saat akan dieksekusi di jalanan kota Raqqa. Aktivis Raqqa melaporkan eksekusi berlangsung pada 2 April lalu. dailymail.co.uk

    Para militan ISIS menyalibkan para korbannya dengan menutup mata mereka saat akan dieksekusi di jalanan kota Raqqa. Aktivis Raqqa melaporkan eksekusi berlangsung pada 2 April lalu. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeluh karena dananya mulai menipis dan para pejuangnya mulai enggan berperang di garis depan medan laga. Keterangan itu disampaikan Deputi Komando Perlawanan Koalisi ISIS Mayor Jenderal Peter E. Gersten kepada wartawan, Selasa, 26 April 2016.

    Pernyataan itu diperkuat dokumen internal ISIS mengenai perjuangan kelompok itu memperoleh dana tunai untuk membiaya sejumlah keperluan. ISIS juga meminta para pejuangnya hemat listrik dan tidak menggunakan mobil organisasi demi kepentingan pribadi.

    "Moral para pejuang ISIS mulai menurun. Bahkan, dalam beberapa kasus, para dokter menolak bertugas di garis depan," bunyi dokumen tersebut.

    Baca
    ISIS Bersumpah Hancurkan Kabah Jika Kuasai Mekah 
    Konvoi ISIS di Libya Diserang Jet Tempur

    Gersten mengatakan kepada wartawan, serangan terhadap keuangan ISIS dan personelnya telah mengurangi semangat pejuang asing bergabung dengan ISIS, dari 1.500-2.000 per bulan menurun menjadi 200 per bulan. "Kami saat ini menyaksikan kian meningkatnya jumlah pejuang yang desersi, termasuk penurunan moral. Kami melihat ketidakmampuan mereka membayar gaji. Para pejuang mulai meninggalkan ISIS," ucap Gersten.

    Sejak Oktober 2015, Amerika Serikat selaku pemimpin pasukan koalisi perang melawan ISIS menggempur sasaran infrastruktur industri minyak dan fasilitas penyimpanan dana tunai milik ISIS sebagai upaya melibas sumber keuangan kelompok tersebut.

    BacaKumpulan Berita ISIS

    Gersten menuturkan serangan pasukan koalisi telah berhasil menghancurkan US$ 300-800 juta atau sekitar Rp 3,95-10,5 triliun. Dia berjanji serangan akan berlanjut untuk menghancurkan keuangan ISIS. "Jika mereka memperoleh tagihan satu dolar di jalan untuk membangun senjata, saya akan ke sana untuk mendapatkan satu dolar itu," ujar Gersten.

    CNN | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.