Krisis Listrik, Hari Kerja di Venezuela Hanya Senin-Selasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keramaian jalan di sekitar wilayah Petare, Ivan De La Vega seorang sarjana dan peneliti migrasi mengatakan, banyak imigran Kolumbia kembali ke negara asal mereka, akibat keruntuhan ekonomi Venezuela setelah Presiden Hugo Chavez, digantikan oleh Nicholas Maduro. Caracas, Venezuela, 5 Mei 2015. Meridith Kohut/Getty Images

    Keramaian jalan di sekitar wilayah Petare, Ivan De La Vega seorang sarjana dan peneliti migrasi mengatakan, banyak imigran Kolumbia kembali ke negara asal mereka, akibat keruntuhan ekonomi Venezuela setelah Presiden Hugo Chavez, digantikan oleh Nicholas Maduro. Caracas, Venezuela, 5 Mei 2015. Meridith Kohut/Getty Images

    TEMPO.CO, Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengeluarkan peraturan baru kepada semua pegawainya untuk bekerja hanya dua hari dalam seminggu.

    Aturan baru ini dikeluarkan pada Selasa, 26 April 2016, dengan tujuan menghemat penggunaan listrik. Venezuela saat ini mengalami krisis listrik yang parah.

    "Mulai besok, sedikitnya dalam dua minggu ini, hari libur bekerja untuk sektor publik berlaku setiap Rabu, Kamis, dan Jumat," kata Maduro melalui siaran televisi, seperti dilansir Reuters.

    Sekitar 2,8 juta warga Venezuela bekerja sebagai pegawai negeri. Dengan aturan baru ini, hari kerja mereka untuk melayani publik hanya Senin dan Selasa. Meski hari kerja menjadi singkat, semua pegawai menerima gaji penuh seperti yang diterima selama ini.

    Selain hari kerja hanya Senin dan Selasa, Maduro juga mengubah jam, sehingga siang lebih panjang sekitar setengah jam. Ia juga mendesak para perempuan mengurangi penggunaan alat pengering rambut dan memerintahkan pusat perbelanjaan menggunakan generator sendiri.

    Krisis listrik dipicu menurunnya debit air di bendungan utama Venezuela, sehingga kondisi pembangkit listrik tenaga air di Guri mendekati level kritis. Bendungan ini menyediakan dua pertiga kebutuhan listrik nasional.

    Kesulitan air dan listrik telah menambah penderitaan sekitar 30 juta penduduk Venezuela. Masalah ini menambah berat beban masyarakat yang kini dilanda resesi ekonomi yang berat. Kelangkaan bahan kebutuhan penduduk, mulai susu hingga obat-obatan, menyebabkan antrean panjang di sejumlah toko.

    Kebijakan Maduro mengubah hari kerja mendapat kritik karena dianggap telah menurunkan produktivitas dan justru membuat boros penggunaan listrik. Pasalnya, orang-orang akan lebih banyak di rumah dan menggunakan peralatan listrik lebih banyak.

    Seharusnya, ujar para pengkritik, Maduro memberantas korupsi, investasi yang tidak pas, inefisiensi, dan kegagalan mendiversifikasi penggunaan sumber-sumber energi.

    REUTERS | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.