Sejak Januari, Turki Membunuh 900 Militan ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi sebuah bus yang hancur akibat terkena ledakan bom mobil di pusat ibu kota Turki, Ankara, 13 Maret 2016. Februari lalu, juga pernah terjadi serangan bom atas konvoi militer di Ankara yang menewaskan 28 orang. REUTERS

    Kondisi sebuah bus yang hancur akibat terkena ledakan bom mobil di pusat ibu kota Turki, Ankara, 13 Maret 2016. Februari lalu, juga pernah terjadi serangan bom atas konvoi militer di Ankara yang menewaskan 28 orang. REUTERS

    TEMPO.CO, Ankara - Turki telah membunuh hampir 900 anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sejak Januari 2016 melalui serangan artileri dan udara, seperti yang dikabarkan berita Anatolia, mengutip keterangan sumber militer, Senin, 25 April 2016.

    "Negara, salah satu anggota pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat, dalam mengganyang ISIS, telah membunuh 492 militan melalui serangan udara sejak 9 Januari 2016. Sementara itu, serangan darat dengan artileri telah menewaskan 370 militan ISIS serta berhasil menghancurkan gudang senjata mereka," tulis Anatolia.

    Namun demikian, laporan kantor berita milik pemerintah Turki belum bisa diverifikasi ke pihak independen.

    Turki, yang menjadi sasaran serangan bom oleh kelompok Jihadis, termasuk dua serangan bom bunuh diri mematikan di Istanbul yang menewaskan turis asing, mulai melancarkan serangan udara melawan kelompok ISIS di Suriah pada musim panas lalu.

    Selain itu, Ankara mengizinkan jet tempur Amerika menggunakan pangkalan udara militer di sebelah selatan Turki untuk membombardir basis pertahanan kaum militan di Suriah.

    Dalam beberapa pekan ini, kota perbatasan Turki, Kilis, telah menjadi sasaran serangan roket secara rutin dari Suriah. Gempuran itu dibalas oleh pasukan keamanan Turki dengan tembakan howitzer ke sumber serangan.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.