Tolak Jadi Budak Seks, 250 Wanita Dieksekusi Mati ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan ISIS kembali menunjukan teror dengan menyebar rangkaian foto-foto yang mengerikan dengan mengeksekusi 4 orang di Raqqa, Suriah. Keempat orang tersebut dieksekusi dengan cara ditembakkan kepalanya dan di salib. dailymail.co.uk

    Militan ISIS kembali menunjukan teror dengan menyebar rangkaian foto-foto yang mengerikan dengan mengeksekusi 4 orang di Raqqa, Suriah. Keempat orang tersebut dieksekusi dengan cara ditembakkan kepalanya dan di salib. dailymail.co.uk

    TEMPO.COLondon – Kelompok Militan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) dilaporkan membunuh setidaknya 250 wanita di utara Irak hanya karena mereka menolak dijadikan budak seks.

    Kelompok wanita tersebut diperintahkan melakukan kawin kontrak dengan para teroris. Karena menolak, di antara mereka ada yang dibunuh di depan keluarga sendiri di kota kedua terbesar Irak, Mosul.

    ISIS dikatakan mulai memilih wanita Mosul. ISIS memaksa mereka menikahi teroris untuk sementara waktu sejak kelompok tersebut mulai mengambil alih Mosul.

    Juru bicara Partai Demokratik Kurdi, Said Mamuzini, mengatakan wanita yang menolak dijadikan budak seks dihukum mati.

    "Setidaknya 250 wanita dibunuh ISIS karena menolak dijadikan budak seks bagi para teroris dan keluarga mereka turut dibunuh jika menolak kehendak ISIS," kata Mamuzini kepada kantor berita Kurdi, Ahlulbayt.

    Baca Juga: Bom Brussels, Pelaku Dikenali sebagai Penjaga Penjara ISIS   

    Eksekusi serupa oleh ISIS pernah terjadi pada Agustus tahun lalu, ketika 19 wanita Mosul dibantai karena menolak berhubungan seks dengan pejuang ISIS.

    Sebelum itu, tercatat hampir 500 perempuan Yazidi diculik dan mengalami pelecehan seksual oleh milisi pada Agustus 2014. Pada Oktober 2015, lebih dari 500 perempuan dan gadis-gadis muda Yazidi juga dilaporkan diculik ISIS ketika mereka menyerbu wilayah Sinjar di Irak utara.

    ISIS menguasai Mosul pada Juni 2014 dan sejak saat itu mereka telah membunuh ratusan penduduk untuk berbagai tuduhan serta menyebarkan ketakutan.

    TIMES OF INDIA | INDIAN EXPRESS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.