Hamas Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Mesir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan Hamas Palestina mengikuti parade saat memperingati 12 tahun meninggalnya pemimpin Hamas Sheikh Ahmed Yassin, yang terbunuh akibat serangan Israel di Gaza, 23 Maret 2016. REUTERS/Suhaib Salem

    Sejumlah pasukan Hamas Palestina mengikuti parade saat memperingati 12 tahun meninggalnya pemimpin Hamas Sheikh Ahmed Yassin, yang terbunuh akibat serangan Israel di Gaza, 23 Maret 2016. REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Gaza - Kelompok militan Hamas mengerahkan pasukan ke perbatasan Gaza-Mesir, Kamis, 21 April 2016, untuk menghadapi serbuan militer Mesir yang memburu ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di daerah tak bertuan Gurun Sinai.

    Mesir menuduh Hamas -kelompok yang berkuasa di Jalur Gaza- menyediakan surga yang aman bagi pendukung ISIS di Sinai melalu jaringan terowongan. Namun tudingan Mesir tersebut dibantah oleh Hamas.

    Hamas dan pejabat tinggi Mesir mengatakan, pengerahan pasukan ini sebagai bagian dari kesepakatan dengan pejabat Mesir bulan lalu. "Pengerahan ini bagian dari kedaulatan Palestina untuk memperketat perbatasan dan tidak ada yang dirugikan, temasuk Mesir," kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.

    Pejabat Mesir yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, pengerahan pasukan  Hamas  merupakan bagian dari kesepakatan baru dengan Mesir untuk menghentikan pembangunan terowongan di perbatasan Rafah, gerbang utama Gaza menuju dunia luar.

    Pada Kamis, 21 April 2016, sejumlah pria bersenjata Hamas berada di sepanjang 13 kilometer perbatasan dengan Mesir. Mereka juga melakukan patroli mengggunakan truk.

    Hubungan Hamas dengan Mesir memburuuk setelah militer Mesir mendongkel Presiden Mohamed Mursi pada 2013. Hamas adalah pendukung gerakah Al-Ikhwan Al-Muslimin, organisasi yang menjadi payung Mursi.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.