Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Akhiri Pendudukan Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Dian Triansyah Djani menyerahkan Surat Kepercayaan (Credentials) sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia (Watapri) pada Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon  di Markas Besar PBB, New York, 13 April 2016. istimewa

    Duta Besar Dian Triansyah Djani menyerahkan Surat Kepercayaan (Credentials) sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia (Watapri) pada Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon di Markas Besar PBB, New York, 13 April 2016. istimewa

    TEMPO.CONew York - Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera mengakhiri pendudukan Israel. Desakan itu disampaikan Indonesia melalui Wakil Tetap RI untuk PBB, Dian Triansyah Djani, dalam debat terbuka di Markas Besar PBB, New York, Senin, 18 April 2016, waktu setempat.

    Indonesia menilai pengakhiran pendudukan Israel sudah sangat mendesak sebagai syarat terbentuknya negara Palestina yang merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

    Dalam debat itu, Djani juga menyampaikan kesepakatan yang dicapai pada KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, 6-7 Maret 2016, yang, antara lain, mendesak segera dicapainya solusi yang komprehensif dan final terhadap konflik Palestina-Israel. 

    “Kekerasan yang terjadi di Palestina telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan,” tuturnya. 

    Ditambahkan bahwa Israel harus mematuhi tanggung jawab internasionalnya dengan melindungi hak-hak rakyat Palestina dan tidak melakukan pembunuhan semena-mena. “Kekerasan yang terus terjadi mencerminkan dalamnya permusuhan di antara warga Palestina dan Israel dan akan semakin mempersulit upaya memulai kembali proses perdamaian,” katanya. 

    Djani juga menyesalkan banyaknya resolusi PBB mengenai Palestina yang tidak dapat ditindaklanjuti. “PBB tidak dapat hanya melaksanakan rapat atau konsultasi, sementara korban jiwa terus berjatuhan di Palestina. Hal ini tidak bisa diterima,” ujarnya. 

    Selain soal isu Palestina, dalam debat tersebut Djani menyinggung soal konflik yang terjadi di Suriah. Indonesia berharap pihak yang bertikai dapat mengedepankan dialog dan menghormati prinsip kemanusiaan serta secara bersama membangun kembali Suriah.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.