9 Ton Narkoba Ditemukan di Terowongan Sepanjang Hampir 1 Km  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COCalifornia - Aparat intelijen kepolisian federal Amerika Serikat menemukan terowongan sepanjang hampir 1 kilometer di perbatasan California-Meksiko yang dijadikan tempat penyimpanan, penyaluran, dan perdagangan narkoba. 

    Kantor Kejaksaan Amerika Serikat pada Rabu, 20 April 2016, menyatakan, dari terowongan itu, petugas menyita 2 ton kokain dan 7 ton ganja senilai hampir US$ 22 juta atau Rp 289, 7 miliar. "Itu adalah terowongan lintas perbatasan terpanjang yang pernah ditemukan," demikian pernyataan kantor Kejaksaan. 

    Panjang terowongan itu mencapai 800 yard. Terowongan tersebut berhulu di sebuah rumah di Tijuana, Meksiko, dan berakhir di lingkungan Otay Mesa dekat San Diego, Amerika Serikat.

    Seperti dilansir dari laman CNN, awalnya agen federal melihat sebuah truk komersial yang memuat sampah industri penuh potongan-potongan kayu ke sebuah tempat terbuka. Beberapa hari kemudian, aparat intelijen kepolisian federal Amerika yang curiga memeriksa dan mendapati bahwa tempat pembuangan itu adalah pintu masuk terowongan.

    Aparat tersebut menemukan terowongan dilengkapi dengan sistem ventilasi, lampu, bahkan lift besar yang mengarah ke sebuah lemari di rumah di Tijuana. "Tampak di permukaan, sulit untuk menduga bahwa pedagang memindahkan multiton kokain dan ganja senilai puluhan juta dolar melalui lubang kelinci di tanah," kata jaksa Laura Duffy.

    Atas penemuan terowongan itu, enam orang ditangkap di San Diego dan didakwa dengan tuduhan perdagangan narkoba.

    Menurut data aparat federal, sejak 2006, sebanyak 13 terowongan skala besar yang digunakan untuk operasi penyelundupan narkoba ditemukan di sepanjang perbatasan California.

    CNN | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.