Gelombang Panas di India Tewaskan 160 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berendam di pantai Laut Arab di Mumbai, India, 29 Mei 2015. Udara panas membuat sejumlah orang pergi ke pantai dan berendam untuk mendinginkan tubuh mereka. AP/Rajanish Kakade

    Seorang pria berendam di pantai Laut Arab di Mumbai, India, 29 Mei 2015. Udara panas membuat sejumlah orang pergi ke pantai dan berendam untuk mendinginkan tubuh mereka. AP/Rajanish Kakade

    TEMPO.CO, New Delhi - Beberapa pekan ini, wilayah India di bagian selatan dan timur dihantam gelombang panas menyebabkan lebih dari 160 orang tewas.

    Beberapa pejabat di India mengatakan, hampir seluruh korban gelombang panas itu para kaum buruh dan petani di negara bagian Telangana, Andhra Pradesh, dan Orissa. "Suhu udara di kawasan itu mencapai 45 derajat celsius."

    Pemerintah India terpaksa meliburkan seluruh sekolah di Orissa hingga setidaknya 28 April 2016. Pejabat pemerintah di Andhra Pradesh juga membagikan air segar dan yogurt untuk membantu masyarakat agar tidak mengalami dehidrasi.

    "Di beberapa wilayah, warga diminta tetap tinggal di dalam rumah selama cuaca panas," tulis Ahram, Rabu, 20 April 2016.

    Polisi melaporkan, sebanyak 55 orang tewas di Orissa akibat cuaca panas yang mencapai 55 derajat celsius. Sedangkan di Andhra Pradesh, sedikitnya 45 orang dan 66 orang lainnya di Telangana.

    "Seorang gadis berusia 12 tahun tewas di negara bagian Maharashtra akibat cuaca terik saat dia mngambil air di sumur," bunyi siaran televisi India, NDTV.

    AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.