Dubes RI Serahkan Surat Kepercayaan ke Uni Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri Octavian Thamrin, menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk  di Brussel, 15 April 2016. Foto: KBRI Brussel

    Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri Octavian Thamrin, menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk di Brussel, 15 April 2016. Foto: KBRI Brussel

    TEMPO.CO, Brussels - Indonesia mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, penanggulangan terorisme dan pencegahan radikalisme dengan Uni Eropa. Tekad itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, merangkap Kerharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa dan Organisasi Internasional lainnya, Yuri Octavian Thamrin saat menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk di Brussel, 15 April 2016.
    “Indonesia adalah teladan yang baik di mana Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan,” kata Yuri dalam pertemuan dengan Tusk. Mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia Raya itu menambahkan meskipun penduduknya sangat majemuk, Indonesia sangat menjunjung tinggi pentingnya toleransi beragama.
    Karena itu, RI berkomitmen mendorong kerja sama dengan Uni Eropa di bidang penanggulangan terorisme dan pencegahan radikalisme, di samping terus meningkatkan peluang-peluang kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan Uni Eropa.
    Menurut rilis KBRI Brussel yang diterima Tempo, Tusk menyambut baik peluang kerja sama dalam penanggulangan terorisme dan pencegahan radikalisme.
    Menurut Tusk, tantangan besar yang sedang dihadapi UE saat ini adalah meningkatnya radikalisme di tengah masyarakat UE yang majemuk.
    Bagi Uni Eropa, Indonesia dipandang sebagai dalah satu negara yang sejauh ini memiliki catatan sukses dalam penanggulangan terorisme dan mengelola isu radikalisme.
    Baik Yuri dan Tusk sepaham bahwa isu radikalisme bukanlah tentang agama. Radikalisme lebih mengacu kepada pandangan politik sempit suatu kelompok.
    Oleh karena itu, kedua pemimpin itu sepakat bahwa promosi toleransi dan moderasi dalam menyikapi berbagai tantangan fenomena radikalisme global juga harus digiatkan.
    Tusk juga menggarisbawahi bahwa kunjungan Presiden RI ke kantor Uni Eropa dalam waktu dekat ini adalah momentum yang sangat penting.
    “Selain memiliki perekonomian yang sangat kuat, Indonesia juga berperan aktif dalam kancah politik internasional. Sehingga bagi Uni Eropa, hubungan dengan Indonesia diharapkan dapat tumbuh dengan lebih kuat lagi,” kata Tusk.
    Penyerahkan surat kepercayaan tersebut dilakukan sehari setelah Dubes Yuri menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Raja Belgia.
    Sebelum ditugaskan ke Brussel, Yuri adalah Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri. Mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI itu juga pernah bertugas di Perwakilan Tetap RI untuk PBB Jenewa, dan New York, Amerika Serikat.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.