Parlemen Malta Dukung Pemerintah Punya Perusahaan di Panama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat. REUTERS/Yves Herman

    Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Valleta - Pemerintah Malta berhasil melewati mosi tidak percaya yang dikaitkan dengan paparan Panama Papers yang melibatkan Menteri Energi dan Kepala Staf Perdana Menteri di negara tersebut.

    Setelah perdebatan selama 13 jam, 69 anggota parlemen mengambil keputusan dari mosi tidak percaya yang diusulkan oposisi itu, ditolak dengan 38 menolak dibandingkan dengan 31 suara mendukung.

    Menanggapi hasil tersebut, Perdana Menteri Joseph Muscat melalui akun Twitter-nya mengatakan, "Hasil mosi itu sudah jelas, yaitu memberikan Kementrian Energi untuk terus bekerja keras dan membuahkan hasil kepada negara."

    Sebelumnya, oposisi mengusulkan parlemen untuk melakukan mosi tidak percaya kepada pemerintah, setelah Muscat tidak segera mencopot Menteri Energi Konrad Mizzi dan stafnya, Keith Schembri, yang masing-masing memiliki sebuah perusahaan rahasia di Panama dan Selandia Baru.

    Pemimpin oposisi, Simon Busuttil, mengatakan hasil voting itu menggambarkan pemerintah dalam krisis dan mengamankan korupsi.

    "Tidak ada alasan logis mengapa seorang menteri dan kepala staf mendirikan perusahaan di Panama dan Selandia Baru dan memiliki rekening bank di delapan negara," kata Busuttil, seperti dilansir Guardian, Selasa, 19 April 2016.

    Pada 3 April lalu, kantor berita Jerman, Süddeutsche Zeitung, memaparkan 11,5 juta dokumen rahasia yang merinci transaksi melibatkan lebih 214 ribu perusahaan offshore milik elit politik, perusahaan, selebritas, dan bintang olahraga di seluruh dunia.

    GUARDIAN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.