Jerman Adili Pemimpin Anti-Islam PEGIDA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo membawa poster bertuliskan 'Islam Bunuh diri Eropa' saat demonstrasi PEGIDA di Dresden, Jerman, 5 Oktober 2015. PEGIDA juga menyuarakan penolakan terhadap kedatangan imigran ke wilayah Jerman. AP/Jens Meyer

    Pendemo membawa poster bertuliskan 'Islam Bunuh diri Eropa' saat demonstrasi PEGIDA di Dresden, Jerman, 5 Oktober 2015. PEGIDA juga menyuarakan penolakan terhadap kedatangan imigran ke wilayah Jerman. AP/Jens Meyer

    TEMPO.CO, Dresden - Pemimpin gerakan anti-Islam Jerman PEGIDA, Lutz Bachmann, dihadapkan ke meja hijau pada Selasa, 19 april 2016, untuk mempertanggung jawabkan kebenciannya terhadap umat muslim. Di berbagai laman media sosial dia menyebut imigran muslim sebagai "hewan ternak" dan "bajingan."

    Bachmann, seorang pendiri gerakan Patriotik Eropa Melawan Islamisasi di Barat, PEGIDA, pada Oktober 2015 didakwa telah melakukan penghinaan dan mengumbar kebencian etnis melalui postingan di Facebook.

    Proses peradilan terhadap Bachmann di Dresden, Selasa, 19 April 2016, dalam penjagaan keamanaan sangat ketat. Dresden adalah kota di bekas wilayah Jerman Timur menjadi tempat kelahiran PEGIDA. Kelompok ini juga menentang kebijaksanaan Kanselir Angela Merkel, mengenai diperkenankannya satu juta pencari suaka ke Jerman tahun lalu.

    Menurut majelis hakim pria berusia 43 tahun itu layak diadili karena komentar yang disampaikan melalui jejaring media sosial telah mengganggu ketertiban umum. "Dia juga menyerang harga diri para pengungsi."

    Jika terbukti bersalah, Bachmann bakal meringkuk dalam sel besi antara tiga bulan hingga lima tahun penjara.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.