Taliban Serbu Gedung Keamanan Nasional Afganistan, 20 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan keamanan Afghanistan mengambil posisi di lokasi serangan bom mobil bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 19 April 2016. REUTERS/Omar Sobhani

    Pasukan keamanan Afghanistan mengambil posisi di lokasi serangan bom mobil bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 19 April 2016. REUTERS/Omar Sobhani

    TEMPO.COKabul - Lebih dari 20 orang tewas dan 198 orang menderita luka-luka setelah sebuah bom bunuh diri mengguncang jantung ibu kota Afganistan pada Selasa, 19 April 2016.

    Jumlah korban itu disampaikan juru bicara Departemen Kesehatan Masyarakat, Mohammad Ismail Kawosi. "Kami belum memiliki jumlah pasti korban jiwa," ujarnya seperti dilansir dari laman NBC News.

    Kelompok militan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan milisinya telah memasuki sebuah kantor badan keamanan nasional utama negara tersebut.

    Namun juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan, Sediq Sediqqi, mengatakan pasukan kontraterorisme telah menembaki teroris di gedung Direktorat Keamanan Nasional.

    Menurut Sediqqi, operasi penumpasan teroris sedang berlangsung. Ia mengatakan bunyi tembakan terdengar dari gedung. Dia yakin para ekstremis akan segera dikalahkan.

    Target serangan bom bunuh diri itu belum jelas, tapi melanda lokasi yang dekat kantor Kementerian Pertahanan Afganistan serta hanya beberapa ratus meter dari Istana Presiden Afganistan dan markas lokal NATO.

    Presiden Afganistan Ashraf Ghani, dalam pernyataannya, mengutuk serangan teroris di Kabul. Dia menyebut serangan itu sebagai bukti kelompok Taliban mengakui kekalahan dalam pertempuran dengan pasukan keamanan Afganistan. "Ini akan memperkuat tekad kami untuk melawan teror," ujarnya.

    NBC NEWS | MECHOS DE LAROCHA

    BERITA MENARIK
    Mempercantik Bibir dengan Selotip Bening
    SNSD Menangis di Panggung Phantasia Jakarta, Mengapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.