Kapalnya Terbalik, 400 Pengungsi Tenggelam di Laut Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penyelamat Turki menarik seorang anak perempuan pengungsi yang berada di lautan setelah kapan yang ditumpanginya tenggelam saat berusaha menyeberang ke Yunani. Kapal kayu yang membawa 49 orang tersebut rusak dekat pulau kecil Farmakonisi. dailymail.co.uk

    Petugas penyelamat Turki menarik seorang anak perempuan pengungsi yang berada di lautan setelah kapan yang ditumpanginya tenggelam saat berusaha menyeberang ke Yunani. Kapal kayu yang membawa 49 orang tersebut rusak dekat pulau kecil Farmakonisi. dailymail.co.uk

    TEMPO.COMogadishu - Ratusan pengungsi dikhawatirkan tewas tenggelam di Laut Tengah setelah kapalnya terbalik saat menuju ke Eropa.

    "Lebih dari 400 pengungsi diperkirakan tenggelam," kata Duta Besar Somalia untuk Mesir seperti dilaporkan BBC Arabic.

    Sebagaimana dilaporkan laman Independent, Senin, 18 April 2016, berbagai laporan menyebutkan bahwa para pengungsi yang berasal dari Somalia, Ethiopia, Eritrea menuju Italia. Mereka naik empat perahu, yang tidak layak dan minim perlengkapan untuk menempuh pelayaran.

    Presiden Italia Sergio Mattarella mengatakan ratusan orang kemungkinan telah meninggal.

    "Sebuah tragedi lagi di Laut Tengah, tampaknya beberapa ratus orang  meninggal," kata Mattarella. Dia  mendesak negara-negara Eropa untuk menjadikan tragedi tersebut sebagai refleksi dari kebijakan yang mereka ambil.

    Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) menyayangkan insiden itu. "Pada 2016, Laut Tengah adalah kuburan massal," cuit MSF lewat akun Twitternya.

    Sebelumnya, penjaga pantai Italia mengaku tidak tahu menahu soal insiden tersebut. MSF juga tidak dapat memastikannya.

    Senin pagi sebelumnya, penjaga pantai Italia menyatkaan 108 pengungsi berhasil diselamatkan. Mereka juga menemukan enam jenazah dari sebuah perahu karet yang setengah tenggelam, Minggu, 17 April 2016.

    Secara terpisah, di pesisir timur Sisilia, 33 pengungsi berhasil diselamatkan.

    Tragedi itu terjadi hampir setahun setelah sebuah kapal yang penuh sesak dengan pengungsi tenggelam di Laut Tengah. Sekitar 800 pengungsi terjebak di dalamnya. Italia bertekad mengangkat bangkai kapal itu dari dasar laut, untuk menemukan jasad-jasad mereka lalu menguburkannya.

    Adapun Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan hampir 6.000 pengungsi telah berlayar dari Libya ke Italia pekan lalu, tampak sebagai awal dari gelombang 100 ribu pengungsi yang bakal menyusul kemudian.

    Uni Eropa telah dikritik melakukan pembunuhan karena kelalaian setelah mereka membatasi misi penyelamatan di Laut Tengah. Pengurangan operasi penyelamatan dan pencarian menciptakan kondisi hilangnya nyawa banyak korban.

    INDEPENDENT.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.