Buntut Bom Brussels, Menteri Transportasi Belgia Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi teminal kedatangan yang mengalami kerusakan parah setelah terjadinya ledakan pada 22 Maret lalu di bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 29 Maret 2016. Het Nieuwsblad via REUTERS

    Kondisi teminal kedatangan yang mengalami kerusakan parah setelah terjadinya ledakan pada 22 Maret lalu di bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 29 Maret 2016. Het Nieuwsblad via REUTERS

    TEMPO.COBrussels - Menteri Transportasi Belgia Jacqueline Galant mengundurkan diri dari jabatannya setelah dituding mengabaikan masalah keamanan di bandara Brussels hingga terjadi serangan bom bunuh diri pada 22 Maret 2016.

    Perdana Menteri Belgia Charles Michel sebelumnya membela Galant. Kepada parlemen, Michel mengatakan kantornya tidak terlihat dalam laporan kritis Uni Eropa. 

    Baca juga: Teror di Brussels, Tiga Warga Indonesia Terluka

    Partai-partai oposisi Belgia menuntut Galant mundur dari jabatannya. Mereka beralasan mendapatkan bocoran sebuah dokumen rahasia Uni Eropa pada 2015. Dokumen itu mengkritik langkah-langkah pengamanan di seluruh bandara di Belgia. Keamanan di bandara-bandara di Belgia, menurut laporan itu, sangat lemah. 

    Belakangan, Michel tak dapat mempertahankan Galant menyusul publikasi dokumen itu pada Kamis petang, 14 April 2016. "Berbeda dengan apa yang dikatakan kepada saya, laporan ini telah didiskusikan," katanya kepada radio RTBF dan dikutip BBC.com, Jumat, 15 April 2016. 

    Baca juga: Pemimpin Dunia Bersatu Melawan Teror Brussels  

    Serangan bom bunuh diri di Bandara Zavantem, Brussels, dan stasiun kereta oleh milisi ISIS menewaskan 32 orang. Bandara tersebut rusak parah dan sempat ditutup sekitar seminggu lamanya untuk perbaikan. 

    BBC.COM | MARIA RITA  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.