Terjerat Panama Papers, Menteri Perindustrian Spanyol Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis melakukan aksi demonstrasi di luar markas Komisi Eropa (EC) jelang laporan oleh Komisi Eropa pada efektivitas langkah-langkah penghindaran pajak dan pencucian uang di Panama Papers di Brussels, Belgia, 12 April 2016. REUTERS/Yves Herman

    Aktivis melakukan aksi demonstrasi di luar markas Komisi Eropa (EC) jelang laporan oleh Komisi Eropa pada efektivitas langkah-langkah penghindaran pajak dan pencucian uang di Panama Papers di Brussels, Belgia, 12 April 2016. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Madrid - Menteri Perindustrian Spanyol Jose Manuel Soria mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 15 April 2016. Pengunduran diri menteri yang didukung partai berkuasa, Partai Populer,  setelah namanya terdapat dalam dokumen bocoran yang dikenal sebagai Panama papers.

    Soria mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri dan dari parlemen beberapa hari sebelum memberi penjelasan di hadapan anggota parlemen tentang namanya yang muncul dalam Panama Papers.

    Seperti dilansir Washington Post, Soria sebelumnya membantah sebagai pemilik perusahaan offshore di Bahama, meski namanya muncul di dokumen yang bocor. Ia mengatakan tidak memiliki saham, berpartisipasi, dan menempati posisi apa pun di perusahaan itu.

    Media online Spanyol, El Confidencial, pekan ini mengabarkan, sebuah dokumen yang terbit pada September 1992 menyebutkan Soria dan seorang lain menjabat direktur di perusahaan bernama UK Lines Ltd.

    Soria mengaku perusahaan Inggris yang mencantumkan namanya itu merupakan bisnis pengapalan keluarga yang dulu dia jalankan.

    Reuters melaporkan, alasan Soria mundur adalah ingin membatasi dampaknya terhadap pemerintahan caretaker yang dibentuk menjelang pemilihan umum kedua yang kemungkinan diadakan Desember mendatang.

    WASHINGTON POST | REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.