Pangeran William dan Kate Dibayangi Ancaman Teror di India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton dan Pangeran William memberikan penghormatan terhadap tentara yang gugur di India Gate, New Delhi, India, 11 April 2016. Manish Swarup/Pool Photo via AP

    Kate Middleton dan Pangeran William memberikan penghormatan terhadap tentara yang gugur di India Gate, New Delhi, India, 11 April 2016. Manish Swarup/Pool Photo via AP

    TEMPO.CONew Delhi - Penerus takhta kerajaan Inggris, Pangeran William, bersama istrinya, Kate Middleton, saat ini berada di New Delhi, India. Bersamaan dengan itu, aparat keamanan India memburu seorang wanita keturunan Sikh-Kanada yang diduga sedang merancang serangan di kota tersebut. 

    Rincian identitas wanita berusia 35 tahun itu sudah ada di tangan badan keamanan sesuai dengan data di paspornya. Badan intelijen telah mengeluarkan peringatan ke pihak bandara penerbangan di India tentang ancaman teror.

    Pangeran William dan Kate Middleton dijadwalkan berada di India dan Bhutan selama tiga hari. Pasangan keluarga kerajaan Inggris itu menginap di Hotel Taj Mahal,  Mumbai. Lokasi itu diserang aksi teror mengerikan pada tahun 2008.

    Seperti yang dilansir Mirror pada 12 April 2016, pihak keamanan India sedang memburu wanita itu dan rekannya yang dicurigai sebagai jaringan kelompok militan Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Mereka diduga akan melancarkan serangan di New Delhi yang tengah dikunjungi pasangan kerajaan Inggris itu.
     
    Selain memburu wanita itu, polisi India sedang memburu tiga teroris bersenjata asal Pakistan yang mengendarai mobil dengan membawa bahan peledak dan sabuk bunuh diri. Para teroris tersebut diduga akan melancarkan serangan di Delhi, Goa, dan Mumbai. Lokasi-lokasi tersebut adalah tempat yang dikunjungi Pangeran William dan Kate Middleton.
     
    MIRROR|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.