Pemuda Hong Kong Ini Dirikan Partai Politik Hadapi Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin mahasiswaHong Kong (ki-ka) Agnes Chow, Joshua Wong dan Oscar Lai, saat berunjuk rasa menutut hak pilih universal di Hong Kong, 1 Februari 2015. REUTERS/Tyrone Siu

    Pemimpin mahasiswaHong Kong (ki-ka) Agnes Chow, Joshua Wong dan Oscar Lai, saat berunjuk rasa menutut hak pilih universal di Hong Kong, 1 Februari 2015. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COJakarta - Seorang aktivis muda prodemokrasi, Joshua Wong, 19 tahun, mengumumkan pendirian partai politik baru, Demosisto, di tengah meningkatnya ketegangan kota atas dugaan penculikan beberapa penjual buku di Beijing, Cina.

    “Pembentukan Demosisto ini adalah upaya untuk memperjuangkan nasib kami sendiri. Kami harus masuk sistem untuk mengatur agenda politik,” ujar Joshua, seperti dikutip dari BBC, Minggu, 10 April 2016. 

    Joshua adalah salah satu aktivis politik yang kini disebut ekstremis oleh pemerintah Cina. Bahkan Joshua sempat ditangkap pada September 2014 karena memicu protes prodemokrasi yang terjadi selama 79 hari dan melumpuhkan jantung Kota Cina.

    Baca juga: Jadi Aktivis, Joshua Wong, 17 Tahun, Ditakuti Cina  

    Belajar dari pengalaman itulah Joshua membentuk Demosisto untuk memperjuangkan nasib masyarakat Cina. Gerakan ini biasa dikenal sebagai “Umbrella Movement”. ”Jalan aktivisme tidak cukup jika kita ingin berjuang untuk masa depan yang lebih baik," kata Joshua.

    Pada umurnya yang masih terlalu muda, Joshua berharap dapat memenangi kursi dalam pemilihan Dewan Legislatif pada September nanti. Ia harus bertarung melawan tiga pemimpin partai dalam pemilu di dua kabupaten.

    Baca juga: Posisi Jokowi Digeser Joshua Wong di Polling Time

    Joshua mengatakan nilai-nilai dasar yang dianut Demosisto berbeda dengan partai-partai prodemokrasi tradisional. Demosisto lebih berfokus pada kemandirian dalam menentukan nasib sendiri dan memungkinkan pemilih menentukan masa depan politik Hong Kong.

    “Kami berbeda dalam banyak cara dari tradisional dan demokrat. Kami punya protes dengan cara kami sendiri,” tutur Joshua. Namun hal itu bukan berarti Joshua melegalkan adanya kekerasan di dalam partainya. “Partai kami tidak mendukung penggunaan kekerasan, tapi kami menganjurkan mengambil tindakan yang lebih langsung dalam mencapai tujuan kami.”

    BBC | NIKOLAUS HARBOWO (magang)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.