Arkeolog Rusia Siap Bangun Kembali Palmyra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah artefak Singa Al-Lat rusak di Palmyra, Suriah, 27 Maret 2016. Meski ISIS menghancurkan sejumlah artefak di Palmyra, namun  masih banyak bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut yang masih utuh. REUTERS

    Sebuah artefak Singa Al-Lat rusak di Palmyra, Suriah, 27 Maret 2016. Meski ISIS menghancurkan sejumlah artefak di Palmyra, namun masih banyak bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut yang masih utuh. REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Sejumlah Arkeolog Rusia menyatakan kesediannya membantu membangun kembali Palmyra, Suriah, setelah kota tua itu direbut kembali dari militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Menurut laporan media setempat dan kelompok pemantau, pasukan pemerintah Suriah didukung kekuatan udara Rusia berhasil menguasai kota tersebut pada awal Maret 2016 setelah berhari-hari melakukan gempuran intensif.

    Palmyra yang juga dikenal sebagai "jembatan padang pasir" dulu menjadi kawasan atraktif bagi ribuan wisatawan mancanegara setiap tahun sebelum terjadi konflik bersaudara pada 2011.

    Pada Mei 2016, ISIS menguasai Palmyra dengan menimbulkan masalah di sana selama beberapa hari dan merusak sejumlah monumen bersejarah di Kota Palmyra. Kelompok ini juga menghancurkan penjara Tadmur, tempat memeram ribuan penentang pemerintah yang kerap disiksa di sini.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.