ISIS Rencanakan Serang Anak-anak Yahudi di Turki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Yahudi Ultra-Ortodoks Yahudi mengantre untuk memeriksa apakah daun palem mereka diterima secara ritual untuk perayaan Sukkot di Yerusalem, 24 September 2015. Sukkot diadakan untuk memperingati 40 tahun Israel mengembara di padang pasir. AP/Oded Balilty

    Warga Yahudi Ultra-Ortodoks Yahudi mengantre untuk memeriksa apakah daun palem mereka diterima secara ritual untuk perayaan Sukkot di Yerusalem, 24 September 2015. Sukkot diadakan untuk memperingati 40 tahun Israel mengembara di padang pasir. AP/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Istanbul -Kelompok  Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merencakanan serangan terhadap anak-anak Yahudi yang ada di Taman Kanak-Kanak, sekolah, dan pusat-pusat kegiatan pemuda di Turki. Informasi tersebut disampaikan oleh media Inggris, Sky News, setelah mengutip keterangan sumber intelijen.

    Editor Luar Negeri Sky News, Sam Kelly, mengatakan, informasi itu diperoleh dari mata-mata yan ditangkap pekan lalu dalam sebuah operasi yang dilakukan di Kota Gazientep, Turki.

    Belum jelas dari dinas intelijen negara mana yang memberikan informasi kepada madia Inggris tersebut. Kantor berita Reuters belum bisa memverifikasi laporan tersebut, sedangkan pejabat berwenang Turki tidak bersedia memberikan komentar.

    "Harus dilakukan langkah-langkah peningkatan pengamanan oleh polisi Turki terhadap komunitas Yahudi di sana," tulis Sky mengutip perkataan sumber intelijen.

    Lebih dari 80 orang tewas dalam serangkaian serangan bom bunuh diri tahun ini di Turki, negara anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Serangan terakhir yang diakui dilakukan oleh ISIS menewaskan tiga wisatawan Yahudi dan seorang warga Iran di Istanbul pada 19 Maret 2016. Kelompok ini juga mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 35 orang pekan lalu di Belgia.

    Israel telah mengeluarkan surat peringaan pelarangan perjalanan pada Senin, 28 Maret 2016. Isi surat itu antara lain mendesak warga Israel yang sedang mengunjungi Turki segera meninggalkan negeri itu karena kemungkinan akan ada serangan susulan.

    "Hampir seluruh serangan itu akan menyasar sinagog di Distrik Beyoglu, Istambul, yang memiliki pusat komunitas dan sekolah Yahudi," tulis Sky News.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?