Pembajak EgyptAir Diduga Warga Mesir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat EgyptAir yang dibajak mendarat di Bandara Larnaca, Cyprus. REUTERS/Yiannis Kourtoglou

    Pesawat EgyptAir yang dibajak mendarat di Bandara Larnaca, Cyprus. REUTERS/Yiannis Kourtoglou

    TEMPO.COMesir - Pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan MS181 dibajak orang tak dikenal. Departemen Penerbangan Sipil Mesir mengatakan pilot yang berada dalam pesawat diancam pembajak yang membawa bahan peledak.

    Media pemerintah Mesir menduga pembajak tersebut, yaitu Ibrahim Samaha, seorang warga negara Mesir yang check-in melalui Bandara Alexandria.

    Baca juga: Pembajak EgyptAir Titip 4 Lembar Surat untuk Istri di Siprus

    Pemerintah Siprus mengatakan kepada Associated Press bahwa sebuah bom dicurigai berada di dalam pesawat. Kuat dugaan bahwa jumlah pembajak lebih dari satu orang.

    Media lokal di Siprus melaporkan pembajak tersebut meminta mengalihkan penerbangan ke Istanbul, Turki, tapi pilot menolaknya. Pembajak pesawat sempat meminta polisi menjauh dari pesawat. Setidaknya salah satu pembajak diyakini bersenjata.

    Baca juga: Dibajak, EgyptAir Tujuan Kairo Mendarat di Siprus  

    Broadcasting corporation di Siprus melaporkan pesawat tersebut mengangkut 55 penumpang dan 7 kru. Seorang pejabat di Siprus mengatakan 56 orang telah dibebaskan dan meninggalkan pesawat.

    EgyptAir mengatakan semua penumpang telah dibebaskan, kecuali empat penumpang asing dari pesawat EgyptAir 181 dan semua kru pesawat. 

    TIMES | ALJAZEERA | LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.