Europol: 5.000 Teroris Siap Serang Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membentangkan spanduk sebagai wujud solidaritas pada korban aksi teror bom di Brussels, Belgia, 22 Maret 20156. Spanduk tersebut bertuliskan Saya Warga Negara Belgia, dalam bahasa Perancis dan bahasa Flemish. REUTERS

    Warga membentangkan spanduk sebagai wujud solidaritas pada korban aksi teror bom di Brussels, Belgia, 22 Maret 20156. Spanduk tersebut bertuliskan Saya Warga Negara Belgia, dalam bahasa Perancis dan bahasa Flemish. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur keamanan Eropa, Eropol Rob Wainwright mengungkapkan masalah militansi lebih besar dari yang dikhawatirkan semula. Diperkirakan lebih dari. 5.000 teroris siap dan menunggu untuk menyerang Eropa.

    Seperti dilaporkan Daily Express, 25 Maret 2016, Rob Wainwright, Direktur Europol, mengatakan dia khawatir ISIS memiliki jaringan yang lebih luas ketimbang yang ditakutkan sebelumnya.

    Menurut Wainwright, kemampuan kelompok itu untuk merasuk ke ibu kota sejumlah negara di benua biru telah menciptakan ancaman tak terduga bagi 500 juta warganya.

    "Tidak saja mengancam Prancis dan Belgia, tapi juga pada saat yang sama, sejumlah negara-negara Eropa lainnya," kata Wainwright seperti dilaporkan Daily Express.

    Meski jumlah teroris yang mengancam Eropa sulit dipastikan, tapi Wainwright memperkirakan 5.000 orang yang telah diradikalisasi di Eropa. Mereka pergi ke Suriah dan Irak, sebagian kembali ke Eropa.

    Mereka yang kembali, beberapa di antaranya berperan dalam strategi baru yang dilancarkan ISIS, kata Wainwright.

    Brussels dihantam dua ledakan, satu di bandara, satu lagi di pusat stasiun kereta Metro. Sedikitnya 31 tewas, 300-an luka-luka dalam ledakan tersebut. Tiga di antaranya warga negara Indonesia.

    DAILY EXPRESS.CO.UK | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.