Pastor Ini Diculik di Yaman, Diduga Akan Dibunuh Besok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tom Uzhunnalil, pendeta Yaman yang diduga diculik ISIS. Facebook.com

    Tom Uzhunnalil, pendeta Yaman yang diduga diculik ISIS. Facebook.com

    TEMPO.CO, Sanaa - Ketakutan mulai muncul atas nasib seorang pastor, Tom Uzhunnalil, yang diculik militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Beberapa laporan menyebutkan dia kemungkinan akan disalib pada Jumat Agung.

    Unzhunnalil diambil paksa ketika empat militan bersenjata menyerbu sebuah biara susteran Missionaries of Charity di Aden, Yaman, pada 14 Maret 2016. Mereka juga membunuh 16 orang termasuk empat biarawati dalam serangan brutal itu. Missionaries of Charity didirikan Bunda Teresa, biarawati peraih Nobel Perdamaian.

    Tidak ada kelompok mana pun mengaku bertanggung jawab atas penculikan pastor yang juga seorang anggota ordo Silesian di Bangalore, India, tersebut. Namun sejumlah pihak menuding ISIS sebagai pelaku penculikan. ISIS sendiri belum memberikan pernyataan apa pun terkait dengan hilangnya pastor Tom Uzhunnalil.

    Beberapa laporan yang beredar di media sosial menampilkan gambar-gambar pastor dalam kondisi disiksa secara brutal. "Dia akan disiksa sadis pada Jumat ini saat umat Kristen merayakan hari kematian Yesus," tulis Mirror.

    Fransiscan Sisters of Siessen yang berbasis di Afrika Selatan, membuat postingan di Facebook, "Diinformasikan bahwa pastor Salesian, Tom, yang diculik oleh ISIS dari Rumah Misionaris Cinta Kasih di Yaman sedang disiksa dan akan disalibkan pada Jumat Agung. Ini sekaligus panggilan doa bersama untuk kita semua."

    Mathew Vaalarkot, juru bicara untuk Salesian, Provinsi Banaglore, mengaku belum mendapatkan informasi mengenai penculikan Tom. "Hingga saat ini kami belum tahu siapa yang menculiknya dan apa motivasi mereka sebab tidak ada yang mengaku bertanggung jawab."

    MIRROR | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.