Sabtu, 18 Agustus 2018

Cerita Para Korban Tiga Ledakan Bom di Brussels  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman CCTV yang dirilis polisi Belgia menunjukkan tiga pria yang diduga kuat sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 22 Maret 2016. Dalam pantauan CCTV, ketiganya bergerak mencurigakan saat berada di lobi bandara dengan mendorong troli dan tidak mengobrol satu sama lain. REUTERS

    Rekaman CCTV yang dirilis polisi Belgia menunjukkan tiga pria yang diduga kuat sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 22 Maret 2016. Dalam pantauan CCTV, ketiganya bergerak mencurigakan saat berada di lobi bandara dengan mendorong troli dan tidak mengobrol satu sama lain. REUTERS

    TEMPO.CO, Brussels - Christophe Delcambe tak menyangka Bandara Brussels, Selasa pagi waktu Belgia, kemarin, merupakan tempat pertemuan terakhir dengan istri tercintanya, Adelma Tapia Ruiz, 37. Dia bersama dua putri mereka, Maureen dan Alondra, baru saja keluar dari gate bandara. Ketiganya menunggu anggota keluarga itu terbang dengan pesawat.

    Boommm! Boommm! Dua ledakan terdengar dari dua tempat terpisah. Saudara Adelma, Fernando Tapia Coral, menuturkan Christophe Delcambe tak bisa menemukan istrinya setelah ledakan. Rupanya, bom di bandara tersebut telah merenggut nyawa perempuan berkewarganegaraan Peru itu. Delambe terluka. Maureen terkena serpihan bom di lengannya, sementara Alondra tak terluka sama sekali.

    Selasa pagi itu, bom tak hanya meluluh-lantakkan Bandara Brusel. Ledakan ketiga mengoyak Stasiun Metro Maelbeek, tak jauh dari gedung Komisi Eropa. Sebanyak 31 orang tewas, sedangkan ratusan lainnya terluka. Sejumlah orang dilaporkan hilang.

    Berita Terbaru: Ledakan di Bandara Brussel

    Tak hanya keluarga Delcambe, Sebastian Bellin juga termasuk dalam daftar korban. Bellin langsung menjadi subyek sorotan kamera seusai tragedi di bandara ini. Bellin sempat terpental sejauh 2 meter. Pria kelahiran Brasil, yang juga pemain basket tim nasional Belgia ini, hanya terluka akibat serpihan di kaki kiri dan pinggul kanannya.

    Foto yang tersebar memperlihatkan Bellin tergeletak di lantai bandara. Darah terlihat di sekitar kakinya. Ayah dari Sebastian Bellin, Jean Bellin, mengatakan anaknya kehilangan banyak darah dan sudah dioperasi serta sudah bisa berbicara dua kali dengannya. Jean mengaku mengetahui anaknya menjadi korban saat melihat foto di dunia maya.

    Banyak lagi cerita mengenai korban ini. Aline Bastin, perempuan Belgia berumur 29 tahun, masih dicari. Seorang temannya memasang status di akun Facebook yang berisi permintaan informasi mengenai keberadaan Bastin. Teman Bastin yakin, sahabatnya berada di stasiun metro saat ledakan terjadi.

    BBC | DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.