Gedung Putih Tolak Pertemuan Obama dengan Fidel Castro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama berjalan bersama dengan Presiden Kuba Raul Castro, saat acara pemnyambutan di Istana Revolusi di Havana, Kuba, 21 Maret 2016. Lawatan ini merupakan kunjungan pertama presiden Amerika Serikat ke Kuba selama 88 tahun terakhir. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Presiden AS Barack Obama berjalan bersama dengan Presiden Kuba Raul Castro, saat acara pemnyambutan di Istana Revolusi di Havana, Kuba, 21 Maret 2016. Lawatan ini merupakan kunjungan pertama presiden Amerika Serikat ke Kuba selama 88 tahun terakhir. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.COWashington, DC - Gedung Putih  menolak pertemuan Presiden Barack Obama dengan pemimpin veteran Kuba, Fidel Castro, selama kunjungan Presiden Amerika Serikat itu ke Kuba. 

    Pembantu senior kebijakan luar negeri Obama, Ben Rhodes, mengatakan kedua pemerintah tidak meminta pertemuan diadakan antara Obama dan pemimpin berusia 89 tahun itu. 

    "Dalam kunjungan ini, kami tidak berencana bertemu dengan Fidel Castro. Kami tidak meminta pertemuan diadakan dan pihak Kuba juga tidak," kata Rhodes, seperti dilansir The Indian Express, Selasa, 22 Maret 2016. 

    Castro jarang terlihat di depan publik belakangan ini dan, ketika direkam dalam media, ia tampil dengan kursi roda. Saat itu Castro bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduri, yang mengunjungi kepulauan tersebut pekan lalu. 

    Sebelumnya, dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC, Obama mengatakan ia bersikap terbuka soal rencana pertemuan itu. 

    "Jika kesehatannya baik, yang memungkinkan kami bertemu, saya senang bertemu dengannya," ujar Obama. Ia menyebutkan pertemuan itu hanya sebagai simbol pengakhiran atau penutup bab Perang Dingin dalam sejarah kedua negara. “Tapi saya tidak yakin dengan tingkat kesehatan beliau.”

    Kunjungan tiga hari Presiden Obama ke Kuba ini merupakan yang pertama kali dalam 88 tahun terakhir. Kunjungan tersebut merupakan puncak dari hubungan diplomatik yang diumumkan kedua pemimpin pada Desember 2014, yang mengakhiri era Perang Dingin, yang dimulai ketika revolusi Kuba menggulingkan pemerintah pro-Amerika pada 1959.

    Dalam kunjungan bersejarah ini, ada enam agenda utama yang akan dijalani Obama, termasuk pertemuan dengan pemimpin gereja Katolik, bertemu dengan Presiden Raul Castro, rapat dengan sektor swasta, berpidato di Havana, bertemu dengan para pembangkang, dan menyaksikan pertandingan bisbol.

    THE INDIAN EXPRESS | WASHINGTON POST | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.